Penjara di AS Ini Sediakan Alquran dan Makanan Halal

gomuslim.co.id - Council on American-Islamic Relations (CAIR), sebuah organisasi advokasi dan kebebasan masyarakat Muslim terbesar di negara Amerika, menyambut baik keputusan penjara Wisconsin untuk menawarkan lebih banyak materi religius Islami dan pilihan makanan halal bagi individu dipenjara yang beragama Islam.

Penjara di Wilayah Waukesh Amerika menawarkan lebih banyak Alquran, buku Islam, dan tablet yang akan memberikan akses ke 40 buku agama yang berbeda. Penjara juga telah menandatangani kontrak dengan penyedia layanan makanan untuk menyediakan makanan halal.

 

Baca juga:

Rumah Sakit di Minnesota AS Tambahkan Pilihan Menu Halal

 

“Kami memuji Penjara Kabupaten Waukesha karena memperluas sumber daya dan pilihan yang tersedia bagi individu yang dipenjara yang Muslim dan bagi mereka yang beragama lain. Kami juga berterima kasih kepada ACLU di Wisconsin atas upayanya untuk mempromosikan akomodasi religius untuk semua agama,” kata Direktur Komunikasi Nasional CAIR, Ibrahim Hooper, Ahad (30/8/2020).

Sebelumnya, American Civil Liberties Union (ACLU) of Wisconsin menulis surat yang menyerukan penjara untuk mematuhi standar konstitusional yang melindungi kebebasan beragama.

Shayne Longley, 28 tahun, seorang narapidana Muslim di Penjara Waukesha County, diberitahu jika dia ingin membaca Alquran, dia harus membelinya dari komisaris, menurut buletin ACLU Wisconsin.

Longley tak diberi makanan Halal yang merupakan makanan dan minuman yang diperbolehkan untuk dikonsumsi Muslim.

"Saya merasa kesal. Saya terkejut. Saya tidak mengerti bagaimana mereka bisa menolak saya dari Quran dan diet halal. Saya merasa didiskriminasi," ujar dia.

Longley menghubungi ACLU Wisconsin karena dia tidak ingin saudara laki-laki atau perempuan Muslim lainnya di penjara mengalami apa yang dia alami. Longley berbicara dengan Asma Kadri Keeler, ACLU dari staf pengacara Wisconsin, yang setelah mendengar ceritanya, ingin membantu.

 

Baca juga:

Sukses Islamkan Puluhan Napi, Pendakwah di Penjara Texas AS Ini Wafat Akibat COVID-19

 

Ia menyebut, kebebasan beragama adalah fundamental bagi demokrasi dan dijamin oleh Amandemen Pertama. Lembaga pemasyarakatan memiliki kewajiban konstitusional untuk mengakomodasi keyakinan agama yang dipegang dengan tulus dari mereka yang ditahan. 

"Sangat penting bahwa orang-orang yang ditahan di penjara dan penjara kita memiliki kemampuan. untuk mempraktikkan agama mereka. Jika penjara memberikan akses ke Alkitab secara gratis, mereka juga harus menyediakan teks-teks agama bagi mereka yang menjalankan agama selain Kristen," kata dia. 

"Kami ingin memuji Penjara Kabupaten Waukesha atas kesediaannya untuk mengoreksi praktik mereka yang lebih memilih agama Kristen daripada agama lain dan memenuhi kewajiban konstitusionalnya untuk mengakomodasi semua keyakinan agama," pungkas Keeler. (Mr/cair)


Back to Top