BWA Distribusikan 20 Ribu Alquran ke Riau dan Kepulauan Meranti

gomuslim.co.id – Masih dalam semangat mengawali Tahun Baru Islam 1442 Hijriah sekaligus menunaikan amanah para wakif dan Sahabat Wakaf, tim Program Badan Wakaf Alquran (BWA) menyambangi Riau dan Kepulauan Meranti untuk mendistribusikan 20.000 Alquran pada Kamis (27/8/2020) kemarin.

Riau dan Kepulauan Meranti sendiri menjadi salah satu target distribusi wakaf Alquran BWA, khususnya  di Kepulauan Meranti yang sudah memiliki Peraturan Daerah Kabupaten Kepulauan Meranti Nomor 8 Tahun 2016 mengenai Pendidikan Khusus Bebas Buta Aksara Alquran.

Perda tersebut pun dinilai sejalan dengan project Wakaf Alquran dan Pembinaan BWA, yakni memberantas buta aksara Alquran dan meningkatkan pendidikan Alquran.

“Kepulauan Meranti memang dahulu menjadi bagian dari Kesultanan Siak. Jadi tidak mengherankan jika Peraturan Daerah tersebut dibuat karena pengaruh Islam yang sangat kental di daerah ini. Menariknya di kepulauan ini tinggal suku pedalaman yaitu Suku Akit yang tinggal di atas rakit,” ujar Direktur Program BWA, Ustaz Hazairin dalam keterangan resminya yang diterima gomuslim, Jumat (28/8/2020).

Ia menjelaskan, sesuai dengan namanya, mereka hidup nomaden (berpindah-pindah) di sekitar sungai dan hutan sehingga pendidikan anak terhadap Islam sangat terbatas. Belum lagi dengan anggapan orangtua Suku Akit yang menjadikan sang anak tulang punggung keluarga sehingga anak-anak tidak melanjutkan pendidikan ke tingkat lanjut.

 

Baca juga:

BWA Distribusikan Puluhan Ribu Alquran ke Pedalaman Kalbar

 

“Untuk itu pada ekspedisi kali ini, BWA akan membawa sejumlah 20.000 Alquran yang kita serahkan secara simbolis pada Kepala Biro Kesra Provinsi Riau, H Zulkifli Syukur. Jumlah yang cukup banyak tentunya. Selanjutnya, ada 3.000 Alquran pun akan didistribusikan di Kampar, 1.000 Alquran didistribusikan Indragiri Hilir, Rokan Hulu,  Rokan Hilir, Siak, dan Pekanbaru, 2.000 akan didistribusikan Indragiri Hulu. 10.000 sisanya akan didistribusikan di Kepulauan Meranti,” papar Ustaz Hazairin.

“Khusus untuk Kepulauan Meranti, transportasi ke sana tidak mudah. Ini menyebabkan saudara-saudara kita yang tinggal di sana terbatas untuk akses pengetahuan agama dan juga minim prasarana Alquran di sana,” lanjutnya.

Ustadz Hazairin Hasan juga menambahkan bahwa distribusi Alquran di Riau dan Kepulauan Meranti akan melibatkan beberapa komunitas lokal.

Ada beberapa komunitas yang akan terlibat dalam distribusi 20.000 wakaf Alquran ini yakni Dunia Melayu Dunia Islam (DMDI) dan didukung Pemda Indragiri Hulu. “Tujuannya agar menaikkan semangat membaca Alquran di tengah masyarakat di sana,” imbuhnya.

Selain itu, dalam distribusi ini, BWA juga akan memperkenalkan ‘belajar baca Alquran cepat metode Abiyan’ yang akan membina masyarakat dalam mengentaskan buta aksara Alquran. Selain itu, akan dilakukan ToT untuk para ustaz dan ustazah setempat agar bisa memanfaatkan metode Abiyan ini secara berkelanjutan.

Ustadz Hazairin Hasan juga mengajak masyarakat muslim dan para wakif BWA khususnya warga Riau, untuk berlomba-lomba dalam melakukan kebaikan, terutama upaya mengentaskan buta aksara Alquran di Riau dan Kepulauan Meranti.

“Insya Allah upaya kita semua mewakafkan Alquran mampu mendukung kenaikan indeks angka membaca Alquran di Kepulauan Meranti dan Riau,” pungkasnya. (mga/rls)

 

Baca juga:

#2020SejutaQuran, BWA Kuatkan Indonesia Hingga ke Wilayah Pelosok


Back to Top