Dampak COVID-19, Penjualan Fesyen Muslim Offline Menurun

gomuslim.co.id – Perancang busana kenamaan Indonesia, Yusjirwan Yunasz alias Itang Yunasz mengatakan pandemi COVID-19 mengakibatkan produksi fesyen muslim untuk penjualan offline menurun. Namun sebaliknya, e-commerce menunjukan peningkatan yang cukup signifikan.

“Kalau kita lihat penjualan di saat pandemi cukup menurun, di offline saya jarang ada yang datang ke tempat kita atau tokonya. Tapi di pihak lain di e-commerce cukup baik, sehingga menunjukan langkah yang lebih baik,” ujar Itang dalam konferensi pers virtual 7th Indonesia Sharia Economic Festival, Selasa (11/8/2020).

Meski demikian, Itang menyebut para desainer fesyen muslim lainnya tidak tinggal diam begitu saja, meski wabah COVID-19 memengaruhi usahanya. Inovasi pun terus dilakukan, terlebih untuk kenyamanan para hijabers yang ingin bepergian di tengah wabah.

“Namun banyak hal bagaimana fesyen muslim ini terus bisa berkembang, sehingga kita bisa terus berputar,” imbuhnya.

 

Baca juga:

Dua Kementerian Bersama Tokopedia Dukung UMKM Fesyen Muslim Lokal

 

Ia berharap, industri fesyen muslim akan terus berkembang dan maju. Tak tergerus oleh dampak wabah COVID-19 yang saat ini masih terjadi. “Saya tidak bisa diam. Saya mencoba untuk mencari bagaimana barang-barang ini bisa berputar. Walaupun tidak begitu banyak produksi yang dilakukan,” pungkasnya. (mga/MuslimOkezone)

 

Baca juga:

Jelang Lebaran, Penjualan Produk Fesyen Meningkat Dua Kali Lipat


Back to Top