Menag: Ulama Punya Peran Penting dalam Menjaga NKRI

gomuslim.co.id - Menteri Agama (Menag), Fachrul Razi mengatakan ulama memiliki peranan penting dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Berkat hadirnya ulama, berbagai keberkahan yang selalu dirasakan bangsa Indonesia, seperti kemerdekaan dan kedamaian. 

Hal tersebut disampaikan Menag saat memberikan sambutan pada Milad Majelis Ulama Indonesia (MUI) ke-45 secara zoom virtual, Jumat (8/8/2020).

Ia mengatakan, MUI merupakan wadah musyawarah ulama dan cendekiawan muslim mengamalkan ajaran Islam dan mewujudkan masyarakat yang aman damai adil, makmur dalam wadah NKRI yang berdasarkan Pancasila. “Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh jajaran MUI yang telah menjaga NKRI,” kata Menag. 

Menag berharap, MUI terus berkiprah untuk memberi warna dalam pembangunan bangsa Indonesia. “Semoga MUI terus berkiprah dan memberi warna bagi pembangunan Indonesia,” ujar dia.

“Sejarah tak boleh dilupakan oleh bangsa ini. Ulama dan Umaro adalah dua entitas yang tak bisa dipisahkan, juga tak saling menegasikan. Keduanya adalah dua sisi mata uang yang saling menguatkan, melengkapi dan memotivasi,” imbuhnya.

Menurut dia, umara dan ulama ibarat dua sisi mata uang yang saling menguatkan dan menyatukan bangsa ini. Karena itu, menurut Fachrul, MUI selama ini selalu tampil ketika ada upaya untuk memecah persoalan masyarakat dan bangsa.

 

Baca juga:

Ketum PP Muhammadiyah: Bangun Harmoni Islam Wasathiyah bersama MUI

 

 

“Setiap ada upaya memecah belah bangsa dengan membawa bendera agama MUI selalu tampil dengan fatwa-fatwa yang meluruskan dan menyejukkan,” katanya.

Di tengah pandemi COVID-19 ini, sambung dia, bangsa Indonesia telah memanggil semua elemen bangsa untuk bersatu dalam barisan, sehingga dapat menanggulangi dampak COVID-19. Menurut dia, fatwa MUI tentunya akan sangat didengar dan diikuti oleh umat.

“Bagi Kemenag, MUI adalah mitra strategis yang utama. Banyak fatwa yang telah diterbitkan dan itu sangat berhubungan dengan tugas-tugas Kemenag dan masih banyak pekerjaan rumah yang harus kita selesaikan bersama,” pungkasnya. 

Sementara itu, Wakil Presiden RI yang juga Ketua Umum MUI KH. Ma’ruf Amin menyampaikan harapannya agar MUI menjadi organisasi yang lebih kokoh dan kuat.

“Kekuatan itu dibangun dengan melakukan revitalisasi, agar kedepan jangan sampai  merobohkan bangunan yang sudah dibangun. Jangan sampai membuat organisasi ini tidak dipercaya. Kalau itu terjadi, kita adalah orang yang paling berdosa karena telah menghancurkan bangunan yang telah dibangun oleh para pendahulu,” kata Wapres.

Berdasarkan catatan sejarah, diketahui bahwa MUI didirikan pada tanggal 17 Rajab 1395 Hijriyah, bertepatan dengan tanggal 26 Juli 1975, oleh Munas 1 Majelis Ulama se Indonesia, di Jakarta. (hmz/rls)

 

Baca juga:

Perkuat Pendampingan, MUI Temanggung Resmikan Rumah Mualaf


Back to Top