Pria Kanada Peluk Islam Usai Dengar Tilawah Qori Mesir

gomuslim.co.id – Seorang pria yang merupakan warga Kanada memutuskan untuk memeluk islam dan menjadi seorang mualaf setelah mendengar tilawah dari seorang qori asal Mesir, Syaikh Hajjaj al-Hindawi.

Dilansir dari publikasi Iqna, Rabu (5/8/2020), Hajjaj al-Hindawi menceritakan kisah mualaf tersebut saat wawancara dengan Sada el-Balad. “Seseorang di Kanada masuk Islam setelah mendengar tilawah saya dan menjadi seorang Muslim,” ungkapnya.

Sebelumnya, ia sedang melantunkan ayat-ayat Alquran, yakni Surat Al-Baqarah di salah satu masjid. “Kemudian saya melihat seseorang bangkit dari ujung pertemuan dan datang seraya duduk di depan saya. Setelah selesainya tilawah, dia bertanya kepada saya arti dari ayat-ayat itu dan saya menjelaskannya dengan jelas kepadanya,” paparnya.

Ia mengatakan bahwa pria itu pun memberi tahu Imam masjid bahwa apa yang ia dengar telah menembus hatinya dan ia ingin memeluk Islam.

 

Baca juga:

Perjalanan 'Astrid Kuya' Jadi Mualaf, Tertarik Pelajari Islam Sebelum Ketemu Uya

 

Kemudian, pria itu disuruh mandi dan membaca dua kalimat syahadat dan bersama umat Islam untuk menunaikan salat Jumat. Ia juga meminta jamaah yang hadir untuk menunggunya sehingga bisa salat bersama mereka.

“Pria itu segera mandi dan para jamaah salat juga menunggunya, dia membaca dua kalimat syahadat dan salat Jumat bersama mereka. Warga Kanada, yang merasa bahwa hidupnya telah berubah, air matanya tertumpah dan menangis di masjid,” ungkapnya.

Diketahui, Al-Hindawi yang juga pernah melakukan perjalanan ke Indonesia untuk mentilawah Alquran. Ia pun menceritakan tentang peristiwa gempa bumi yang pernah terjadi di Indonesia saat kunjungannya tersebut.

“Saya sedang tidur di sebuah hotel ketika gempa terjadi. Hotel itu bergetar. Saya meninggalkan semua yang saya miliki dan berlari untuk menyelamatkan diri,” ujarnya.

“Ketika saya meninggalkan hotel, saya melihat adegan seperti Hari Kiamat, mereka meninggalkan semua kamar dan meninggalkan hotel. Saya tidak akan pernah melupakan adegan ini. Semua orang berlindung di suatu tempat. Selama beberapa hari setelah kejadian ini, saya tidak mengerti rasa makanan apa pun dan saya tidak tidur atau makan,” pungkasnya. (mga/Iqna)

 

Baca juga:

Sebelum Jadi Mualaf, Pria Ini Teliti Berbagai Agama


Back to Top