Sekjen DMI: Jangan Larang Anak Main di Masjid 

gomuslim.co.id – Sekretaris Jendral (Sekjen) Pimpinan Pusat Dewan Masjid Indonesia (DMI), Imam Ad Daruquthni mengatakan bahwa tempat ibadah umat Islam agar dapat menjadi tempat bermain (play station) atau ramah terhadap anak. Tujuannya agar anak dekat dengan masjid.

"Masjid agar menjadi tempat play station. Jangan larang anak main di masjid. Play station ini artinya di masjid ada permainan mendidik bukan diisi dengan dingdong atau game online," ujar Imam, Selasa (4/8/2020).

Menurutnya, masjid yang ramah anak akan mendekatkan mereka dengan tempat ibadah dan agama. Karena sejatinya masjid bukan saja menjadi tempat salat, tetapi juga sebagai lembaga pemberdayaan masyarakat.

Ia menilai, anak di masa kini banyak yang semakin jauh dari masjid. Alasannya, takmir tidak berupaya menginternalisasi masjid sebagai tempat yang menyenangkan.

 

Baca juga:

Pandemi COVID-19, DMI Minta Masjid Pasang Wifi untuk Belajar Anak Sekolah

 

Masjid sebagai tempat bermain, kata dia, bukan diterjemahkan ‘saklek’ mengubah tempat ibadah untuk area permainan. Akan tetapi, sebaiknya masjid memiliki fungsi pusat pendidikan anak-anak yang menyenangkan.

''Jadi play station ini tidak lagi berupa gadget yang merusak, tapi jadikan masjid sebagai pusat bermain. Ini juga bisa meregenerasi anak-anak masjid menjadi anak-anak terbaik bagi bangsa nantinya,'' paparnya.

Empat dekade lalu, lanjut dia, anak-anak biasa berkumpul dengan masjid untuk berbagai aktivitas. Masjid berfungsi sebagai pusat kegiatan komunitas sehingga dapat makmur. Selain itu, anak selain belajar agama juga bermain secara proporsional di masjid.

Ia mengatakan, pemandangan masjid yang ramai oleh kegiatan anak merupakan pemandangan yang biasa. Sementara saat ini masjid menjadi sepi terlebih di musim COVID-19. Masjid sendiri, kata dia, memiliki kecenderungan terasingkan dari anak-anak. Perlu upaya kreatif agar masjid kembali dekat dengan anak-anak sebagai generasi penerus umat dan masyarakat.

DMI, kata Imam, saat ini terus mencanangkan program menghidupkan 25 ribu Pendidikan Anak Usia Dini di masjid, sehingga menguatkan peran masjid. 

Sementara itu, Ketua PP DMI M Natsir Zubaidi mengajak masjid yang memiliki kapasitas agar dapat memasang pemancar internet (wifi) yang dapat diakses gratis oleh siswa untuk membantu mereka belajar jarak jauh di masa COVID-19. "Masjid hendaknya bisa memasang wifi guna bantu anak usia sekolah untuk belajar di masa pandemi COVID-19 ini," imbuhnya.

Selanjutnya ia mengatakan, dengan pemasangan wifi tersebut, dapat membantu anak-anak usia sekolah yang kini diharuskan belajar jarak jauh, sementara fasilitas mereka belum memadai. (mga/Antara)

 

Baca juga:

Solusi Membludaknya Jamaah Salat Idul Adha, DMI Sarankan Dua Gelombang


Back to Top