Perwira Polisi Ini Wakafkan Tanah untuk Bangun Pesantren Khusus Pensiunan

gomuslim.co.id - Kasubdit II di Direktorat Reserse Narkoba Polda Jateng, Kompol H Sukiyono mewakafkan tanah seluas hampir 1,5 hektare di Sumurejo Kecamatan Gunungpati Semarang. Tanah tersebut akan dibangun Pondok Pesanten Al Hikmah Nurul Ilmi Semarang yang khusus sebagai tempat belajar ilmu agama para pensiunan.

“Mungkin kita semua sibuk ketika masih aktif bekerja, sehingga untuk menimba bekal ilmu agama pun tidak sempat terpikirkan. Baru memasuki masa pensiun sadar bahwa kita butuh bekal untuk menghadap Sang Khaliq, maka umumnya orang berpikir lebih baik mengisi hari tua dengan membekali ilmu agama. Tujuannya agar lebih tenang, tawaqal dan ikhlas. Karena itulah saya mewakafkan tanah ini untuk dijatikan tempat menimba ilmu agama, tidak hanya saya tetapi juga kami persembahkan untuk kawan-kawan dan semua kalangan,” ungkap mantan Kasubag Humas Polrestabes Semarang ini, Ahad (2/8/2020).

 

Baca juga:

Usai Hijrah, Polisi Ini Bangun Pesantren untuk Anak Yatim-Dhuafa

 

Dalam sambutan sebelum meletakkan batu pertama, Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Aulia Lubis mengapresiasi apa yang dilakukan Kompol H Sukiyono, yang telah mewakafkan tanah untuk berdirinya Pondok Pesantren Al Hikmah Nurul Ilmi Semarang. Apalagi tujuannya sangat mulia yakni menciptakan ruang untuk belajar agama bagi masyarakat yang membutuhkan ilmu agama, terutama untuk bekal hari tua.

Ketua Yayasan Al Hikmah Nurul Ilmi Semarang (AHNIS) sekaligus pengasuh pondok pesantren, KH Drs Abidin Ibnurus MSi mengungkapkan terharu ketika ada salah satu santrinya, Kompol H Sukiyono mengikhlaskan tanahnya untuk diwakafkan dan dibangun untuk pondok pesantren.

“Jadi Pondok Pesantren AHNIS ini yang membangun adalah santrinya sendiri. Anggota POLRI yang sangat peduli terhadap rekan-rekannya dan masyarakat umum,” ungkap KH Drs Abidin Ibnurus MSi.

 

Baca juga:

Begini Cerita Polisi di Wonogiri yang Dirikan Pesantren Gratis untuk Dhuafa

 

Diungkapkan lebih lanjut, bahwa ponpesnya yang kali ini mulai dibangun asrama dan kelas akan menampung santri-santri orang tua, jadi bukan santri anak-anak. Para santri akan dibekali ilmu agama agar memiliki bekal hidup untuk mencapai husnul khatimah.

Pesantren yang akan menanamkan nilai-nilai Islam Ahlul Sunnah wal Jamaah ini menurut Abidin juga akan menjadi garda terdepan yang mengajarkan Islam yang Rahmatan lil Alamin. “Jadi tidak ada ajaran-ajaran yang mengarah pada radikalisme. Di sini adalah pesantren yang memperjuangkan nilai-nilai yang telah ditanamkan oleh para pendiri Nahdlatul Ulama,” papar Abidin.

Ditanya target selesai, H Sukiyono tak bisa memastikan. “Harapan kami secepatnya jadi. Semoga saja berkat doa para alim ulama dan santri, semuanya bisa segera cepat terealisasi,” kata Sukiyono. (Mr/okezone)


Back to Top