Malaysia Kembali Larang Masjid Gelar Salat Jumat

gomuslim.co.id – Malaysia kembali melarang masjid menggelar salat Jumat. Tak hanya itu, semua kegiatan keagamaan di masjid-masjid dan surau yang terlibat di daerah-daerah di bawah Sasaran Kontrol Gerakan Peningkatan Sasaran (TEMCO), khususnya di kabupaten Kubang Pasu dan Padang Terap dihentikan efektif sejak Ahad, (2/8/2020).

Menurut Departemen Agama Islam Kedah (JHEAIK) dalam sebuah pernyataan, Senin (3/8/2020) kemarin, masjid-masjid yang terlibat adalah Masjid Kariah Bani Hashim Hosba; Masjid Al-Amin Cherok Mokkan; Masjid Jamiusalam Megat Dewa; Masjid Kariah Binjal; Masjid Al-Jahra Asun dan Masjid Al-Bukhari Kampung Bukit.

Di kabupaten Padang Terap, penangguhan tersebut melibatkan Masjid Kampung Kubang Palas; Masjid Kampung Padang Sanai dan Masjid Al-Tarmizi Kampung Padang Cenderai.

Dilansir dari publikasi Bernama, Selasa (4/8/2020), dalam pernyataan yang diunggah di halaman Facebook Masjid JHEAIK dan Divisi Manajemen Surau, disampaikan juga bahwa seluruh operasi surau juga telah diperintahkan ditutup.

 

Baca juga:

Malaysia Gelontorkan RM18 Juta untuk Lembaga Pendidikan Islam Terdampak COVID-19

 

Selanjutnya, salat Jumat di masjid-masjid yang terlibat telah ditangguhkan dan akan diganti dengan salat Zuhur. Sementara, semua kegiatan keagamaan termasuk pertemuan tidak diizinkan.

“Untuk salat berjamaah, hanya tiga orang yang diizinkan, yaitu imam, pejabat masjid, dan komite sekaligus dengan mematuhi Standar Prosedur Operasional (SOP) yang ditetapkan. Panggilan untuk salat di masjid-masjid yang terlibat diizinkan,” tulis pernyataan itu.

"Peraturan masjid yang terlibat perlu menggantikan salat Jumat dengan melakukan shalat Zohor di rumah dan mereka dilarang melakukan salat Jumat dan salat berjamaah wajib di masjid dan surau lainnya," lanjutnya.

Menurut pernyataan itu juga, jika masyarakat yang menghadiri masjid atau surau ditemukan positif untuk COVID-19, manajemen masjid perlu melakukan proses desinfeksi secara menyeluruh dan operasi masjid dan surau harus ditutup sepenuhnya.

Selain itu, semua upacara pernikahan dan upacara keagamaan di masjid-masjid yang terlibat ditangguhkan dan juga tidak diizinkan diadakan di kantor keagamaan kabupaten Kubang Pasu dan kantor keagamaan kabupaten Padang Terap. (mga/Bernama)

 

Baca juga:

Malaysia Siap Bangun Pabrik Biognerik Halal Pertama di Dunia


Back to Top