Lebaran Idul Adha, Pegadaian Syariah Aceh Catat Omset Perusahaan Rp1,2 Triliun

gomuslim.co.id – Transaksi gadai di Aceh menjelang Idul Adha 1441 Hijriah mengalami peningkatan. PT Pegadaian Syariah Area Aceh mencatat omzet perusahaan tersebut mencapai Rp1,2 triliun hingga Juli 2020.

Wakil Presdir PT Pegadaian Syariah Area Aceh, Ferry Hariawan mengatakan peningkatan transaksi gadai pada Juli bersamaan musim masuk sekolah dan Lebaran Idul Adha.

“Omzet pada Juni untuk area Aceh sebesar Rp1 triliun lebih dan meningkat menjadi Rp1,2 triliun pada Juli,” ujar dia, Senin (3/8/2020).

Ia mengatakan omzet yang diraih area Aceh tersebut tersebar di seluruh kantor Cabang PT Pegadaian Syariah di Aceh.

Menurut dia, dalam upaya membantu UMKM dan juga masyarakat terdampak COVID-19, pihaknya meluncurkan sejumlah program yang memberikan keringanan kepada nasabah.

“Kita terus berupaya hadir untuk ikut membantu meningkatkan pertumbuhan usaha sehingga dapat bangkit kembali ditengah pandemi COVID-19 yang hanya tidak melanda Indonesia, tapi dunia,” katanya.

Pihaknya meyakini dengan peran serta semua pihak sektor UMKM khususnya akan kembali bangkit dan meningkatkan kembali pertumbuhan ekonomi nasional dan daerah.

 

Baca juga:

Himpun Dana Wakaf, Lembaga Wakaf MUI Gandeng Pegadaian Syariah

 

Sebelumnya, Direktur Keuangan dan Perencanaan Strategis Pegadaian, Ninis Kesuma Adriani mengatakan unit usaha syariah pegadaian tumbuh stagnan pada semester I 2020. Hal ini karena pengaruh ekspansi selektif selama masa COVID-19.

"Outstanding loan syariah selama Desember 2019- Juni 2020 ini sangat stagnan karena memang syariah ini  banyak drive dari pembiayaan," katanya dalam paparan kinerja Semester I 2020, Rabu (29/7).

Wabah COVID-19 membuat lebih selektif untuk memberikan pembiayaan non-gadai. Sehingga pertumbuhannya tidak bisa agresif. Ninis menyampaikan, saat ini komposisinya sekitar 20 persen dibanding total pembiayaan di Pegadaian.

Hingga Juni 2020, Pegadaian mencatat penyaluran pembiayaan sebesar Rp 80,4 triliun, naik 18,8 persen dibandingkan pada periode sebelumnya sebesar Rp 67,7 triliun. Sementara OSL mencapai Rp 53,0 triliun, naik 21,3 persen.

Direktur Jaringan, Operasi dan Penjualan Pegadaian, Damar Latri Setiawan menambahkan, meski produk non-gadai stagnan, produk berbasis gadai atau rahn masih tumbuh. Pengembangan produk Pegadaian Syariah dibagi menjadi dua yakni berbasis rahn atau gadai dan non gadai.

"Non-rahn itu seperti pembiayaan motor arum haji itu memang stagnan, tapi yang berbasis gadai masih naik dan tumbuh. Dengan adanya wabah maka pembiayaan non-gadai digeser dan menjadi lebih selektif,” tuturnya. (jms/antara/rep)

 

Baca juga:

Bebas Riba, Pegadaian Syariah Tawarkan Tabungan Haji dengan Jaminan Emas

 


Back to Top