Terbesar di Dunia, Proyek Green Riyadh Ubah Jalan-jalan di Ibukota Saudi Lebih Hijau

gomuslim.co.id - Proyek Green Riyadh di Arab Saudi menjadi salah satu inisiatif penghijauan kota terbesar di dunia. Hasil proyek ini dengan cepat terlihat ketika mengubah jalan utama di ibukota Kerajaan.

Jalan-jalan utama seperti jalan Raja Khalid, Makkah dan Raja Salman kini berubah menjadi cantik. Proyek ini merupakan bagian dari tujuan Visi 2030 untuk meningkatkan kualitas hidup di kota.

Profesor Tanaman Hias, Kebun dan Area Hijau di King Saud University, Fahad Al-Mana mengatakan bahwa spesies pohon asli yang digunakan untuk proyek ini diantaranya Ziziphus spina-christi, Acacia gerrardii dan Prosopis cineraria. Ketiganya dikenal sebagai pohon ghaf.

Menurut Al-Mana, pohon-pohon itu dapat bertahan hidup dalam kondisi gurun yang keras dan akan tumbuh tanpa perawatan pertanian intensif.

“Sebagian besar spesies pohon yang digunakan dalam penanaman proyek Green Riyadh berasal dari lingkungan lokal yang berkembang baik dengan layanan dan perawatan pertanian yang rendah,” kata dia seperti dilansir dari publikasi Arab News, Senin (3/8/2020).

Kondisi lingkungan di Riyadh diperhitungkan selama proses pemilihan pohon. Spesies dapat tumbuh hingga ukuran besar hanya dalam tiga tahun.

“Di beberapa lokasi, mereka telah memindahkan pohon lokal berusia 3 tahun yang dirawat di pembibitan tanaman ke lokasi baru di mana mereka tumbuh dengan sukses,” kata Al-Mana.

 

Baca juga:

Berkecepatan 1.000 KM Per Jam, Hyperloop One Bakal Transit di Arab Saudi

 

Proyek Green Riyadh akan meningkatkan jumlah tanaman hijau di kota. Ini juga akan menambah hijau di ibukota Saudi dengan penanaman 7,5 juta pohon di sekitar fitur dan fasilitas utama kota.

Proyek ini akan mengurangi suhu sekitar rata-rata 2 derajat Celcius dan meningkatkan kualitas udara, mendorong orang untuk mengikuti gaya hidup yang lebih sehat dengan berjalan kaki atau bersepeda.

“Tujuan menanam pohon di jalanan adalah untuk memberikan keteduhan dan suhu sedang, terutama di musim panas. Ini berkontribusi pada pemurnian udara dan mengurangi polusi lingkungan dengan melindungi kota dari badai pasir, angin, dan debu. Selain itu, memberikan tampilan estetika dan elemen alam memasuki kota dan struktur di dekatnya,” kata Al-Mana.

Dia menambahkan bahwa pohon, terutama yang ditanam di pulau-pulau jalan tengah, harus memiliki batang panjang dan cabang tinggi agar tidak menghambat pergerakan pejalan kaki dan mobil. Batang harus berukuran setidaknya 3 hingga 4 meter dan ukuran pohon yang ditanam harus sebanding dengan lebar pulau.

Al-Mana mengatakan ruang hijau di kota akan meningkat dari 5 persen menjadi 9 persen pada tahun 2030 mendatang.

Menurut situs web Green Riyadh, proyek ini akan memaksimalkan penggunaan air daur ulang dalam pekerjaan irigasi dengan meningkatkan penggunaan dari 90.000 meter kubik per hari menjadi lebih dari 1 juta meter kubik per hari. Ini semua melalui pembangunan jaringan air daur ulang yang baru.

“Proyek Green Riyadh juga akan mengurangi tingkat karbon dioksida dan pengotor di kota. Berdasarkan pengalaman, jalan-jalan tanpa pohon mengandung delapan hingga 10 kali jumlah debu dibandingkan dengan jalan-jalan yang dibatasi oleh pohon di kedua sisi," katanya. (jms/arabnews)

 

Baca juga:

Arab Saudi Dirikan Rumah Sakit Unta Terbesar di Dunia


Back to Top