Musim Haji di Tengah Pandemi, Produksi Harian Masker di Saudi Meningkat

gomuslim.co.id – Musim haji 1441 Hijriah di tengah wabah pandemi COVID-19 membuat para produser masker, jubah, dan paket mesid komprehensif di Arab Saudi meningkatkan produksi hariannya untuk memenuhi kebutuhan para jemaah di Kota Suci tersebut.

Dilansir dari publikasi Arab News, Jumat (31/7/2020), salah satu produsen, yakni Pabrik Enayah memasok produk medis untuk pasar lokal dan ekspor ke negara-negara Dewan Kerjasama Teluk, negara-negara Arab dan Eropa.

Supervisor Jaminan Kualitas Pabrik, Asma Al-Kaf bahwa kapasitas harian pabrik telah meningkat dari sekitar 30 hingga 40 persen selama musim haji. Hal itu lantas memecah produksi harian untuk pabrik yang beroperasi di kawasan industri Riyadh.

"Kapasitas utama kami untuk gaun bedah adalah 70.000; 50.000 untuk paket bedah; 100.000 untuk gaun isolasi pelindung; 80.000 untuk aksesori medis, seperti penutup kepala; 300.000 untuk masker wajah; dan 40.000 per hari untuk gulungan dan kantong sterilisasi,” ujar Al-Kaf.

Ia menjelaskan, tingkat output harian pabrik sejalan dengan persiapan kesehatan dan keselamatan Kerajaan yang telah ditetapkan untuk menerima jemaah haji di Mekah sesuai dengan langkah-langkah pencegahan yang bertujuan mencegah penyebaran virus.

Pabrik Enayah sendiri, kata dia, telah melakukan bagiannya untuk menyediakan pasokan medis yang memadai untuk memastikan musim haji yang aman.

 

Baca juga:

Pemerintah Saudi Fokuskan Keselamatan dan Kesehatan Jemaah Haji

 

Sementara itu, Kementerian Kesehatan Saudi sendiri telah menyediakan klinik keliling di bus-bus untuk menemani para peziarah saat mereka melakukan perjalanan melintasi situs-situs suci di berbagai tahap ziarah.

Ada lima klinik keliling yang dilengkapi dengan semua peralatan medis yang diperlukan dan didampingi oleh tim kesehatan yang berkualifikasi, dokter umum untuk pemeriksaan awal pasien, klinik gigi, dan laboratorium.

Klinik pun diminta mengambil sampel dan mengujinya, melakukan rontgen, dan memberikan obat kepada pasien.

Kementerian Kesehatan juga berencana untuk memastikan keselamatan para peziarah yang menghadiri ziarah haji tahunan tahun ini termasuk rumah sakit di Mina, enam ambulans, tiga klinik di akomodasi haji, rumah sakit lapangan, rumah sakit keliling, dan klinik di Arafat. (mga/ArabNews)

 

Baca juga:

Hari Pertama Haji, Tidak Ada Laporan Kasus Corona di Tanah Suci


Back to Top