Pengawasan Ketat, Jemaah Haji Dipasang Gelang GPS 

gomuslim.co.id Konsul Jenderal RI di Jeddah, Eko Hartono mengungkapkan, Arab Saudi menerapkan protokol kesehatan terhadap para jemaah haji dengan sangat ketat.

Hal itu terlihat saat jemaah haji melakukan tawaf mengelilingi Kakbah di Kompleks Masjidil Haram. Bahkan sebelum melakukan ritual haji, jemaah diwajibakan melakukan karantina mandiri, begitupun setelah rangkaian ibadah haji selesai.

"Perbedaannya (haji sebelumnya) ialah pada protokol kesehatan yang diberlakukan ketat, jemaah tawaf mengikuti garis yang ditetapkan Pemerintah Saudi dan dikawal petugas. Selama tinggal di hotel juga sendiri kamarnya, mereka tidak boleh kemana-mana. Mereka dipasangi gelang GPS. Pemerintah Saudi bisa memonitor keberadaan mereka (jamaah haji)," ungkap Eko, Kamis (30/7/2020).

 

Baca juga:

Pasukan Keamanan Haji Tangkap 244 Jemaah Ilegal

 

Ia mengungkapkan, ada 13 warga Indonesia yang dinilai sangat beruntung bisa ikut melaksanakan ibadah haji tahun ini. "Pelaksanaan haji kali ini berbeda mereka dipilih oleh Pemerintah Arab Saudi. Ada 13 warga kita yang beruntung dapat beribadah haji dari berbagai profesi ibu rumah tangga, guru dan sebagainya," papar Eko.

Selain itu ia juga mengatakan, khutbah Arafah akan berpusat di Masjid Namirah, yaitu masjid yang terletak di perbatasan antara Al-Haram dan Padang Arafah. Khutbah nantinya akan diterjemahkan ke berbagai bahasa, termasuk Bahasa Indonesia.

"Kami pihak KJRI tidak boleh ikut serta ke sana. Dalam pelaksanaan haji kali ini semua penyelenggaraan haji dilakukan Pemerintah Saudi. Tapi kami tetap memantau, karena kesibukan (WNI yang sedang berhaji) kami tidak bisa menghubungi WNI yang berhaji di sana," pungkasnya. (mga/MuslimOkezone)

 

Baca juga:

Hari Pertama Haji, Tidak Ada Laporan Kasus Corona di Tanah Suci


Back to Top