Diktis Kemenag Dorong UIN Malang Jadi Kampus Berakreditasi Internasional

gomuslim.co.id - Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (Diktis) Kementerian Agama (Kemenag) memilih Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang (UIN Malang) menjadi salah satu kampus yang didorong untuk mendaftar pada lembaga akreditasi internasional ASIIN, sebuah lembaga akreditas kredibel dari Jerman. 

Selain UIN Malang, terdapat pula 6 kampus lainnya, yakni UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, UIN Wali Songo Semarang, UIN Alaudin Makasar, UIN Sunan Gunung Djati Bandung, dan UIN Sunan Ampel Surabaya.

 

Baca juga:

13 IAIN Akan Beralih Status Jadi UIN

 

Menurut Direktur Diktis, Prof M Arskal Salim GP MA PhD, mendaftarkan suatu universitas ke lembaga akreditasi internasional merupakan langkah yang sudah seharusnya ditempuh. 

Kampus tentu tak cuma ingin diakui di level nasional dan regional, tapi juga di level internasional. Pengakuan suatu kampus akan berpengaruh pada kualitas lulusannya.

"Kita mau kontribusi mahasiswa-mahasiswa kita lebih meluas di mancanegara dengan ilmunya, tidak cuma untuk negara sendiri," terang pria lulusan The University of Melbourne tersebut dalam webinar yang dilaksanakan UIN Malang belum lama ini.

Kemenag melalui Diktis memiliki tiga tahapan dalam mendorong dan memperlancar proses akreditasi internasional kampus ini.

Pertama, Diktis memberi tiga dukungan yakni sumber daya, finansial, dan juga dukungan regulasi. Dalam tahapan awal ini, kampus akan dibina mengenai apa saja yang harus dipersiapkan untuk akreditasi.

 

Baca juga:

UIN Maliki Malang Dukung Pemerintah Terapkan Tatanan New Normal

 

Tahap kedua adalah proses akreditasi atau sertifikasi. Di tahap ini, Diktis akan memberikan hak penuh pada pimpinan di tiap institusi untuk menindaklanjuti pembinaan yang telah dilakukan pada tahap sebelumnya.  Di sini, pimpinan harus menyiapkan segala hal termasuk borang yang akan diajukan saat pendaftaran formal ke board of accreditation. Tahap terakhir ialah pasca akreditasi.

"Di tahap ini, kampus perlu mengadakan laporan kinerja tahunan untuk mengetahui apakah borang akreditasi dan pelaksanaannya sesuai," tandasnya. (Mr/jatimtimes)


Back to Top