Idul Adha 2020, MUI Bolehkan Daging Kurban Dibagikan dalam Bentuk Olahan

gomuslim.co.id – Berdasarkan hasil pertimbangan kemaslahatan, daging kurban nantinya dapat dikelola dengan cara diolah dan diawetkan yang kemudian dibagikan kepada masyarakat yang berhak. Misalnya seperti dikalengkan dan diolah dalam bentuk kornet, rendang atau sejenisnya.

"Hasilnya juga boleh didistribusikan ke daerah di luar lokasi penyembelihan," ujar Sekretaris Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI), Asrorun Niam Sholeh melalui keterangan tertulisnya, Selasa (14/7/2020).

Menurutnya, hal ini boleh dilakukan untuk memperluas kemaslahatan dengan syarat tidak ada kebutuhan yang sangat mendesak. Misalnya bencana alam dan lain sebagainya di daerah yang akan menyalurkan.

 

Baca juga:

MUI Bakal Inventarisasi Seniman di Berbagai Daerah

 

Ia menjelaskan, pada prinsipnya, daging hewan kurban disunnahkan untuk didistribusikan segera (ala al-faur) setelah disembelih agar manfaat dan tujuan penyembelihan hewan qurban dapat terealisasi, yaitu kebahagiaan bersama dengan menikmati daging qurban.

"Dalam distribusinya disunahkan dibagikan dalam bentuk daging mentah, berbeda dengan aqiqah, dan didistribusikan bagi yang membutuhkan di daerah terdekat," paparnya.

Namun, jika ada pertimbangan kemaslahatan, terutama untuk mengatasi kebutuhan orang yang terdampak Covid-19, daging kurban bisa didistribusikan dalam bentuk olahan.

"Bisa jadi, akibat terdampak COVID-19, orang sulit jika dibagikan dalam bentuk daging mentah karena harus memasak. Maka untuk kemaslahatan, bisa dibagikan dalam bentuk matang. Bahkan bisa dalam bentuk kornet atau makanan olahan siap saji lainnya,” jelasnya.

Atau bisa jadi daging saat Idul Adha melimpah, dan agar bisa memenuhi hajat secara lebih lama, maka daging kurban bisa diawetkan dan dibagikan secara tunda. Hal ini sejalan dengan Fatwa MUI Nomor 37 Tahun 2019.

"Menyimpan sebagian daging qurban yang telah diolah dan diawetkan dalam waktu tertentu untuk pemanfaatan dan pendistribusian kepada yang lebih membutuhkan adalah mubah (boleh) dengan syarat tidak ada kebutuhan mendesak,” ungkapnya.

Di samping itu, MUI sendiri juga telah menetapkan Fatwa Nomor 36 Tahun 2020 tentang Salat Idul Adha dan Penyembelihan Hewan Kurban Saat Wabah COVID-19 sebagai panduan bagi masyarakat Muslim dalam penyelenggaraan ibadah. (mga/rls/Rep)

 

Baca juga:

MUI Rilis Fatwa Terbaru tentang Salat Idul Adha dan Penyembelihan Hewan Kurban


Back to Top