Dokter Tajikistan Ini Sumbang Tabungan Hajinya untuk Bantu Penanganan COVID-19

gomuslim.co.id - Menabung selama bertahun-tahun untuk haji, Shirin Nazirmadova, seorang dokter dari Tajikistan selatan terkejut setelah mendengar berita pembatalan haji tahun ini untuk peziarah internasional.

Dengan gaji bulanan hanya $ 150 (sekitar Rp 2,1 juta), butuh waktu bertahun-tahun untuk menghemat $ 3.700 (Rp 53 juta) untuk biaya haji.

Alih-alih menunggu satu tahun lagi untuk ibadah haji, dokter berusia 60 tahun itu menyumbangkan tabungan haji ke rumah sakit distrik Farkhor setempat. Sumbangan tersebut digunakan untuk membeli persediaan yang sangat dibutuhkan dalam memerangi virus coronavirus.

“Rumah sakit pedesaan menggunakan uang tunai untuk membeli alat pelindung diri (APD) untuk staf, serta obat-obatan dan antiseptik,” demikian seperti dilansir dari publikasi Radio Free Europe, Selasa (14/7/2020).

Di bawah sistem kuota yang ketat, orang-orang Tajikistan terkadang menunggu lima hingga enam tahun untuk mendapat giliran pergi haji.

Juru bicara Komite Urusan Agama Tajikistan, Afshin Muqim, mengatakan mereka yang mendapat kuota haji pada tahun 2020 berkesempatan untuk melakukan ziarah tahun depan jika mereka mau. Tetapi komite tidak menjamin bahwa harganya akan tetap sama di tahun 2021 atau lebih.

 

Baca juga:

Pendaftaran Haji 2020 untuk Ekspatriat Berakhir

 

"Harganya sama dalam dolar selama tujuh hingga delapan tahun terakhir. Tetapi karena mata uang nasional Tajik, somoni, telah kehilangan nilainya [terhadap dolar dalam beberapa tahun terakhir], biaya perjalanan naik dalam mata uang kami," ujar dia.

Seperti diketahui, Arab Saudi hanya mengizinkan 10 ribu jemaah untuk ibadah haji tahun ini. Kerajaan akan menerapkan langkah-langkah ketat kesehatan dan keselamatan di tempat-tempat suci guna mencegah penyebaran COVID-19 di antara jemaah haji.

Tahun lalu, hampir 2,5 juta Muslim melaksanakan ibadah haji di tanah suci. Ibadah haji melambangkan konsep penting dari iman Islam. Itu memperingati cobaan Nabi Ibrahim dan keluarganya.

Setiap Muslim dewasa yang berbadan sehat dan mampu secara finansial harus melakukan haji setidaknya sekali seumur hidup. (jms/radiofreeeurope/aboutislam)

 

Baca juga:

Jelang Idul Adha, Saudi Perbaiki Jalur Pejalan Kaki Hingga Kerahkan Dokter Hewan


Back to Top