Ditjen Bimas Islam Terima Layanan Konsultasi Syariah

gomuslim.co.id - Sepanjang Januari hingga Juli 2020, Ditjen Bimas Islam telah menerima 43 pertanyaan masyarakat yang disampaikan melalui layanan Konsultasi Syariah. Pertanyaan tersebut menyangkut permasalahan agama secara pribadi, keluarga, hingga problematika sosial di tengah-tengah masyarakat.

Meski jumlah ini lebih sedikit dibandingkan periode yang sama tahun lalu, Ditjen Bimas Islam yang memiliki tugas melaksanakan fungsi bimbingan agama bagi masyarakat Islam, berkewajiban memberikan jawaban yang mencerahkan terkait hal tersebut.

Demikian disampaikan Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah, Agus Salim, saat menjadi pembicara pada kegiatan “Bahsul Masail Fiqhiyah”, yang digelar Subdit Hisab Rukyat dan Syariah, di Hotel Sahid Serpong, Senin (30/7).

“Direktorat Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah mempunyai peran yang penting sehingga perlu proaktif, kreatif, adaptif, dan responsif dalam memberikan pembinaan dan bimbingan kepada masyarakat dalam penanganan permasalahan syariah ini,” katanya.

 

Baca juga:

Bimas Islam Minta Masyarakat Tetap Patuhi Protokol Kesehatan di Acara Pernikahan

 

Dikatakan Agus, di tengah perkembangan teknologi informasi seperti saat ini, layanan Konsultasi Syariah yang telah diwadahi secara online melalui email dan aplikasi pada website Bimas Islam, harus dilaksanakan dengan cara yang cepat, tanpa mengurangi substansi jawaban dan kualitas keilmuan yang memadai. Selain itu, ia mengharapkan jawaban atas pertanyaan ini diterbitkan dalam bentuk buku.

“Di era teknologi seperti saat ini, layanan konsultasi syariah yang disediakan secara online memang perlu respon yang cepat. Setelah jawaban disusun, ini (jawaban konsultasi syariah) perlu juga diterbitkan dalam bentuk buku, bahkan disiarkan melalui media, sehingga masyarakat lainnya juga memiliki akses terhadap layanan tersebut,” katanya.

Kegiatan Bahsul Masail Fiqhiyah Ditjen Bimas Islam digelar selama dua hari, tanggal 13 hingga 14 Juli 2020. Pembahasan terkait konsultasi syariah dari masyarakat meliputi bidang ibadah, muamalah, munakahat, mawaris, dan bidang kebijakan umum. Kegiatan ini diikuti oleh 30 pejabat dan pegawai di bidang urusan agama Islam, penerangan agama Islam, ahli syariah dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, dan bidang terkait lainnya. (hmz/rls)

 

Baca juga:

Bimas Islam Kemenag Diminta Siapkan Konten Dakwah Milenial


Back to Top