Imam Beijing Dukung Kebijakan Saudi Soal Haji 2020

gomuslim.co.id - Imam Masjid di Beijing China mendukung kebijakan Arab Saudi soal penangguhan ibadah haji di tengah pandemi COVID-19.

"Muslim di China harus bisa memahami dan mendukung keputusan tidak pergi ke haji pada tahun ini. Ini sesuai dengan ajaran agama dan prosedur anti-epidemi," kata Zhang Feng selaku imam Masjid Sanlihe, Distrik, Xicheng, di laman resmi Asosiasi Islam China (CIA), Sabtu (11/7/2020).

 

Baca juga:

Pendaftaran Haji 2020 untuk Ekspatriat Berakhir

 

Arab Saudi mengkonfirmasi terdapat 180.000 orang positif COVID-19 dan lebih dari 1.500 orang meninggal dunia."Mengingat situasi tersebut, keselamatan menjadi faktor yang paling penting. Risiko potensial infeksi silang sangat mungkin terjadi selama berada di Arab Saudi," ujarnya.

Ia menambahkan bahwa jika jemaah dari China jadi diberangkatkan, maka kemungkinan membawa virus tersebut kembali sangat tinggi.

 

Baca juga:

Jelang Idul Adha, Saudi Perbaiki Jalur Pejalan Kaki Hingga Kerahkan Dokter Hewan

 

"Menurut ajaran Islam, jika persyaratan tidak terpenuhi atau lingkungan objektif eksternal tidak memungkinkan, maka tidak perlu melakukan kewajiban ibadah haji," jelas Zhang sambil mengutip Surat Albaqarah ayat 286.

Menurut dia, penangguhan ibadah haji itu bukan yang pertama kali dilakukan oleh pemerintah Arab Saudi.

Setiap tahun terdapat sekitar 7.000 hingga 12.000 anggota jemaah haji asal China yang berangkat ke Tanah Suci dengan menggunakan pesawat carter. Masa tunggu ibadah haji bagi umat Islam di China berkisar antara dua hingga lima tahun. (Mr/antara)


Back to Top