Pendaftaran Haji 2020 untuk Ekspatriat Berakhir

gomuslim.co.id - Proses pendaftaran haji 2020 bagi ekspatriat berakhir pada hari Jumat (10/7/2020). Kerajaan bersiap menyelenggarakan ziarah terbatas karena kekhawatiran terhadap virus corona baru.

Sebelumnya, pemerintah Arab Saudi mengumumkan bahwa 70 persen peziarah tahun ini akan menjadi jatah penduduk asing yang tinggal di Saudi (ekspatriat), sementara 30 persen sisanya bagi warga Saudi. Jumlah maksimum peziarah yang berpartisipasi dalam haji sebanyak 10.000 orang. Ini demi memastikan haji yang aman untuk semua.

Ekspatriat yang ingin melakukan haji tahun ini, tentatif mulai 28 Juli, diberikan waktu lima hari mulai dari Senin untuk mendaftar online. Syaratnya, para pendaftar tidak boleh menderita penyakit kronis apa pun, dan memberikan tes PCR negatif yang membuktikan bahwa mereka bebas dari coronavirus.

 

Baca juga:

Jelang Idul Adha, Saudi Perbaiki Jalur Pejalan Kaki Hingga Kerahkan Dokter Hewan

 

Para pendaftar juga dikhususkan bagi yang tidak pernah melakukan haji. Kemudian harus berusia antara 20 hingga 50 tahun, dan menandatangani janji untuk mematuhi periode karantina sebelum dan setelah melakukan ritual haji.

"Kementerian Haji dan Umrah Saudi telah mengatakan bahwa kriteria kesehatan akan menjadi penentu pemberian izin untuk melakukan haji tahun ini," demikian seperti dilansir dari publikasi Saudi Gazette, Ahad (12/7/2020).

30 persen peziarah Saudi akan terbatas pada praktisi kesehatan dan petugas keamanan Saudi yang telah pulih dari COVID-19. Mereka akan dipilih dari database pasien yang pulih. Ini sebagai pengakuan atas peran mereka karena berjuang melawan virus. Namun, tetap harus memenuhi kriteria kesehatan terkait.

Bulan lalu, Arab Saudi mengumumkan pelaksanaan haji tahun ini dengan jumlah yang sangat terbatas. Jemaah terbatas pada orang-orang Saudi dan non-Saudi dari semua kebangsaan yang sudah tinggal di Kerajaan.

Keputusan Saudi yang mengurangi jumlah peziarah mendapat dukungan dari dunia Arab dan internasional. Badan-badan dan lembaga-lembaga agama sepakat bahwa keputusan itu sejalan dengan kebutuhan hukum untuk menjaga kesehatan dan keselamatan para peziarah.

Setiap tahun, biasanya lebih dari 2 juta Muslim dari seluruh dunia melakukan ibadah haji. Bagi muslim yang mampu secara fisik dan ekonomi, haji merupakan kewajiban setidaknya sekali seumur hidup. Ini karena ibadah haji merupakan salah satu dari lima rukun Islam. (jms/saudigazette)

 

Baca juga:

Saudi Keluarkan Protokol Kesehatan Haji, Jemaah Wajib Jaga Jarak dan Dilarang Sentuh Kakbah


Back to Top