Semester Pertama 2020, Tabung Haji Malaysia Bukukan Kenaikan Laba Bersih Hingga 47%

gomuslim.co.id - Lembaga Tabung Haji Malaysia membukukan laba bersih 1,25 miliar ringgit ($ 293 juta) untuk enam bulan pertama tahun ini. Angka tersebut naik 47% dibandingkan dengan 849,66 juta ringgit untuk periode yang sama pada 2019.

Tabung Haji, yang membantu warga Malaysia menabung untuk ibadah haji, mengumumkan dalam sebuah pernyataan, Kamis (9/7), bahwa pendapatan investasinya mencapai 1,55 miliar ringgit. 65% di antaranya berasal dari investasi pendapatan tetap.

Rinciannya, investasi properti menghasilkan pendapatan 204,57 juta ringgit, investasi pasar uang Islam memberikan kontribusi 187,13 juta ringgit dan investasi ekuitas 150,27 juta ringgit.

Lembaga keuangan Islam mengatakan sedang mempersiapkan manajemen haji yang lebih menantang tahun depan, setelah penundaan haji tahun ini. "Ini termasuk mengatasi tantangan baru seperti penyediaan layanan yang memperhitungkan pandemi COVID-19," katanya seperti dilansir dari publikasi Salaam Gateway, Jumat (10/7/2020).

Direktur Pelaksana dan CEO Grup Tabung Haji, Nik Mohd Hasyudeen Yusoff mengatakan, secara operasional, Tabung Haji perlu lebih efisien dengan meningkatkan layanannya dan mengurangi biaya.

Perusahaan mengatakan bahwa pihaknya mendorong pergerakan lebih maju untuk layanan digital akan menjadi fokus utama karena mayoritas deposan memahami teknologi.

 

Baca juga:

Tak Perlu Bawa Uang Lebih, Rekening Tabung Haji Jadi Solusi Jemaah Malaysia

 

Total simpanan dari sekitar 9 juta calon penabung haji mencapai 73,86 miliar ringgit dari 69,42 miliar ringgit pada akhir 2019. Tabung Haji mengatakan telah mendaftarkan lebih dari 123.000 pembukaan rekening tabungan baru pada semester pertama tahun ini.

Tabung Haji Malaysia sendiri sempat mengalami kekacauan selama beberapa tahun terakhir. Baru-baru ini, pada bulan Februari Tabung Haji menunjuk tiga kepala baru untuk memperkuat bisnis keuangan dan investasi, termasuk kepala investasi baru.

Tinjauan PwC tentang posisi keuangannya yang dilakukan setelah pergantian pemerintah Malaysia pada Mei 2018 menunjukkan bahwa manajemen perusahaan telah memanipulasi profitabilitas dana. Manajemen juga tidak secara hati-hati mencatat sekitar 549 juta ringgit dalam kerugian penurunan nilai atas investasi.

Pemerintah kemudian mengambil langkah dengan paket penyelamatan yang sebagian besar melibatkan pembelian aset Tabung Haji melalui sukuk dan uang tunai. Pada bulan Agustus 2019, CEO Tabung Haji Zukri Samat, yang diangkat pada Juli 2018 untuk mengubah bisnis, mengatakan yang terburuk sudah berakhir bagi perusahaan. (jms/salaamgateway/foto:sarayconsultancy)

 

Baca juga:

Pemerintah Malaysia Puji Pengelolaan Haji Indonesia


Back to Top