Hormati Pahlawan COVID-19, RS di Madinah Cantumkan Nama Perawat Gugur

gomuslim.co.id – Sejumlah rumah sakit lapangan pasien COVID-19 di Madinah diberi nama para perawat yang gugur saat melawan wabah COVID-19. Hal ini dilakukan sebagai bentuk penghormatan terhadap pahlawan COVID-19 di Kerajaan.  

Salah satu yang diberi penghormatan adalah perawat bernama Nujood Al-Khaibari. Ia meninggal pada Juni lalu setelah tertular COVID-19 ketika bekerja di pusat medis sebagai garda terdepan melawan wabah.

Pusat Medis Nujood secara resmi dibuka oleh Gubernur Madinah, Pangeran Faisal bin Salman dan disaksikan langsun oleh Menteri Kesehatan, Dr Tawfiq Al-Rabiah pada Rabu (8/7/2020) lalu.

"Proyek ini didirikan sebagai penghargaan dan pengakuan atas upaya semua pekerja di sektor kesehatan, yang tidak hanya melayani warga negara, ekspatriat dan pengunjung di negara ini, tetapi mereka juga telah mengorbankan hidup mereka," ujar Pangeran Faisal seperti dilansir dari publikasi Arab News, Jumat (10/7/2020).

Ia menjelaskan, rumah sakit ini dibangun dalam kemitraan dengan perusahaan ACWA Power. Ia pun menyampaikan terima kasihnya kepada Menteri Energi, Pangeran Abdul Aziz bin Salman yang telah mendukung proyek tersebut.

Sementara itu, Menteri Kesehatan, Dr Tawfiq Al-Rabiah mengatakan melalui postingan di akun media sosial Twitter bahwa rumah sakit itu nantinya akan didedikasikan untuk merawat pasien COVID-19. Selain itu, rumah sakit yang dibangun selama 59 hari itu pun memiliki kapasitas 100 tempat tidur.

"Langkah ini adalah untuk mengakui dan menyatakan terima kasih kepada praktisi kesehatan, dan untuk memperingati pengorbanan perawat Nujood Al-Khubeiri, yang merupakan perawat pertama yang meninggal (di Arab Saudi) sebagai akibat dari infeksi COVID-19," pungkasnya.

 

Baca juga:

Dalam Sehari, Arab Saudi Lakukan 60.000 Tes PCR

 

Di sisi lain, seorang profesor, konsultan keperawatan dan anggota dewan dari Asosiasi Perawat Saudi, Ahmad Aboshaiqah mengatakan bahwa inisiatif tersebut mencerminkan status profesi keperawatan dan dedikasi anggotanya untuk melayani setiap pasien.

Dia menambahkan bahwa tindakan tanpa pamrih dari perawat menunjukkan bahwa profesi adalah salah satu karir terbesar dan paling terhormat, yang membutuhkan keterampilan, pengetahuan, dan kemampuan tingkat tinggi.

"Sudah jelas bagaimana para pahlawan ini menangani pandemi ini, karena menyusui adalah laboratorium perubahan di fasilitas medis mana pun, dan mereka adalah pemimpin dan kesatria lapangan," kata Aboshaiqah.

Diketahui, Rumah sakit lapangan baru seluas 15.000 meter persegi mencakup 20 tempat tidur perawatan intensif dan fasilitas penerimaan umum 80 tempat tidur, dengan 40 ventilator dan 100 perangkat pasokan oksigen. Itu juga memiliki laboratorium sendiri untuk tes dan penelitian, layanan farmasi dan layanan diagnostik.

Sedangkan pada Kamis (9/7/2020) kemarin, Arab Saudi melaporkan 41 kematian tambahan terkait COVID-19, sehingga totalnya menjadi 2.100. Selanjutnya 3.183 kasus infeksi telah dikonfirmasi, yang berarti 223.327 orang telah dinyatakan positif menderita penyakit ini. Dari jumlah tersebut, 60.131 kasus tetap aktif, dan 2.225 pasien berada dalam kondisi kritis.

Kementerian Kesehatan pun mengatakan ada 364 dari kasus baru berada di Riyadh, 247 di Dammam dan 246 di Jeddah. Tambahan 3.046 pasien telah pulih dari COVID-19, sehingga jumlah total pemulihan di negara ini menjadi 161.096.

"Kami saat ini sedang melalui fase stabilitas dan kendali kurva COVID-19 di Kerajaan. Ini karena langkah-langkah sukses yang diambil oleh pihak berwenang, dan kesadaran publik, dan kita harus mempertahankan tingkat komitmen ini,” ujar juru bicara Kementerian Kesehatan Mohammed Al-Abd Al-Aly.

Selain itu, ia juga menyoroti fakta bahwa 72,1 persen pasien COVID-19 sejauh ini telah pulih. Tambahan 53.153 tes dilakukan dalam 24 jam terakhir, menjadikan jumlah total di negara ini menjadi 2.124.976. (mga/ArabNews)

 

Baca juga:

Saudi Keluarkan Protokol Kesehatan Haji, Jemaah Wajib Jaga Jarak dan Dilarang Sentuh Kakbah


Back to Top