Pengadilan Turki Putuskan Hagia Sophia Jadi Masjid

gomuslim.co.id - Pengadilan tinggi Turki menyetujui keputusan Hagia Sophia dirubah menjadi masjid. Keputusan besar tersebut akan diumumkan, Jumat (10/7/2020) hari ini.

Dilansir dari publikasi The Islamic Information, Jumat (10/7), Kolumnis Turki, Abdulkadir Selvi mengatakan Pengadilan Turki akan melaksanakan keputusan ini hari ini, Jumat (10/7/2020) karena semua tanda tangan telah selesai.

 

Baca juga:

Turki Mulai Gelar Sidang Alih Fungsi Hagia Sophia jadi Masjid

 

Abdulkadir Selvi juga mengatakan bahwa keputusan ini bersifat historis, tetapi keputusan ini mendapat dukungan dari rakyat Turki. Sementara itu, ia juga mengatakan beberapa orang mungkin menyebutnya sebagai langkah politik tetapi ia juga mengatakan itu bisa menjadi poin kemenangan bagi partai yang berkuasa untuk Pemilu Turki 2023.

Sebelumnya, Presiden Recep Tayyip Erdogan telah mengusulkan untuk memulihkan status masjid dari Situs Warisan Dunia UNESCO abad ke-6, yang merupakan pusat kerajaan Bizantium Kristen dan kekaisaran Ottoman Muslim dan sekarang menjadi salah satu monumen yang paling banyak dikunjungi di Turki.

Alih fungsi Hagia Sophia ini menuai banyak kritik, Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo dan Yunani juga mendesak Turki untuk mempertahankan status museum Hagia Sophia.

Kepala Gereja Ortodoks Rusia juga mengatakan hal itu akan mengecewakan umat Kristen dan ‘memecah belah’ Timur dan Barat dan akan mengancam agama Kristen.

Namun, sejumlah organisasi masyarakat Turki telah lama mendesak pemerintah untuk mengembalikan fungsi Hagia Sophia sebagai masjid, karena itu akan mencerminkan status Turki sebagai negara yang sangat Muslim. 

Sementara itu, Organisasi Pendidikan, Keilmuan, dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNESCO) menyatakan setiap perubahan dalam status museum Hagia Sophia abad ke-6 Istanbul harus ada pemberitahuan. Perubahan yang mungkin terjadi harus ditinjau terlebih dahulu oleh komite Warisan Dunia.

UNESCO mengatakan Hagia Sophia ada dalam daftar Situs Warisan Dunia sebagai museum dan karena itu memiliki komitmen dan kewajiban hukum tertentu. "Jadi, negara harus memastikan bahwa tidak ada modifikasi yang merusak nilai universal luar biasa dari sebuah situs yang terdaftar di wilayahnya," kata UNESCO, Kamis (9/7).

 

Baca juga:

Uskup Katolik Dukung Hagia Sophia Jadi Masjid

 

Pejabat Turki menyatakan pengadilan administratif utama Turki kemungkinan akan mengumumkan perubahan status Hagia Sophia dari museum tahun 1934 pada Jumat (10/7). Langkah ini dinilai akan melanggar hukum karena merestorasi museum tersebut menjadi masjid kembali.

"Setiap modifikasi harus diberitahukan sebelumnya oleh negara kepada UNESCO dan ditinjau jika perlu oleh Komite Warisan Dunia," kata UNESCO.

Badan PBB ini menyatakan keprihatinannya kepada pihak berwenang Turki dalam beberapa surat dan menyampaikan pesan itu kepada Duta Besar Turki untuk lembaga tersebut pada Kamis. "Kami mendesak pemerintah Turki untuk memulai dialog sebelum keputusan diambil yang dapat merusak nilai universal situs tersebut," kata UNESCO. (Mr/TheIslamicInformation/dbs)


Back to Top