Kabar Duka, Pelopor Perancang Busana Muslimah Anne Rufaidah Berpulang

gomuslim.co.id - Dunia fesyen muslimah Indonesia berduka dengan meninggalnya Anne Rufaidah pada Kamis (9/7/2020) dini hari. Belum diketahui pasti penyebab alumnus Fakultas Seni Rupa dan Desain, Institut Teknologi Bandung (ITB) ini meninggal dunia.

“Menurut berita yang kami baca di grup pengurus dan alumni, informasi tersebut benar adanya,” ujar Lili, Humas Masjid Salman ITB saat dikonfirmasi, Kamis (9/7/2020).

Almarhumah meninggal dunia di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung, Jawa Barat. Rencananya, almarhumah akan disholatkan di Jalan Babakan Jati, Kelurahan Gumuruh, Kecamatan Batununggal, Kota Bandung.

 

Baca juga:

Empat Desainer Modest Wear Ini Ikuti Amsterdam Modest Fashion Week 2019

 

Kepala Humas RSHS Bandung Shanti Diana Siptamalasari mengonfirmasikan informasi tersebut. Saat ini, jenazah masih berada di High Care Unit (HCU) dan akan segera dikirim ke kamar jenazah.

"Iya benar berita tersebut, jenazah masih di HCU. Segera dikirim ke kamar jenazah," katanya.

Semasa hidupnya, dikenal sebagai pelopor perancang busana untuk para muslimah sejak penggunaan jilbab marak di Indonesia.

Anne Rufaidah memulai kariernya sebagai designer busana muslim semenjak tahun 1981. Pada usia 17 tahun pada 1979 Anne Rufaidah menjadi finalis perancang mode majalah femina gadis.

Namun, Anne akhirnya lebih memilih untuk mengasah bakatnya dalam bidang mendesain pakaian. Untuk mempertajam kemampuannya, Anne melanjutkan kuliahnya di Fakultas Seni Rupa & Desain, ITB Bandung. Ketika menjadi mahasiswi di kampus bergengsi tersebut, Anne beserta beberapa rekannya memberikan bimbingan belajar pada sejumlah siswi sebuah SMA, yang lokasinya berdekatan dengan Masjid Salman di ITB. 

Para siswi tersebut dikeluarkan dari sekolah karena berjilbab. Bantuan yang diberikan, bukan sekadar bimbingan pelajaran, tapi juga memberikan semangat pada mereka untuk menegakkan kebenaran bahwa mengenakan jilbab sebagai penutup aurat merupakan hak sekaligus kewajiban setiap muslimah.

Tahun 1970-1980 di Indonesia memakai jilbab sebagai penutup aurat adalah sesuatu yang sulit dilakukan. Pelajar dan pekerja yang berjilbab dengan menggunakan rok yang panjang di bawah lutut, dipadu kaos kaki hingga di atas lutut masih di pandang aneh. 

Sementara larangan menggunakan jilbab di sekolah makin menyebar, Anne Rufaidah justru semakin semangat untuk mempopulerkan busana muslimah rancangannya yang di buat di Majalah Kharisma Salman ITB. Desain yang kreatif dan menarik merupakan hal yang menarik bagi masyarakat.

 

Baca juga:

Desainer Ini Bawa Motif Mega Mendung dan Songket Sumatera di Miami Modest Fashion Week

 

Anne Rufaidah tetap mempromosiikan busana muslimnya ke berbagai tempat hingga mengubah sudut pandang masyarakat yang selama ini di pandang sebelah mata menjadi suatu gaya berbusana yang indah sekaligus kewajiban menutup aurat setiap muslimah.

Semenjak itu, busana muslimah yang semula dianggap kampungan pun memulai era barunya. Di sana-sini orang mulai memproduksi busana muslimah. Kaum ibu hingga gadis remaja mulai menggunakannya tanpa ragu. Pemerintah, terutama lembaga pendidikan, yang awalnya melarang, akhirnya mulai melunak. 

Media pun tak tabu lagi menampilkan para artis berbusana muslimah dan berbagai hasil rancangan yang praktis sehingga busana muslimah bukan lagi menjadi halangan dalam berbagai kegiatan. (Mr/rep/foto:eramuslim)


Back to Top