Direktur IHW Sebut BPJPH Belum Siap Terbitkan Sertifikasi Halal

gomuslim.co.id – Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal dianggap belum siap menerbitkan sertifikasi halal dengan banyak penanda. Hal ini disampaikan Direktur Eksekutif Indonesia Halal Watch (IHW), Ikhsan Abdullah.

Ikhsan mencontohkan, petugas Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) belum paham proses tahapan registrasi sampai dengan sertifikat halal diterbitkan.

“Sesuai skema, BPJPH selaku operator akan menerima permohonan sertifikasi halal yang masuk dari PTSP untuk nanti produk yang didaftarkan diperiksa status kehalalannya oleh Lembaga Pemeriksa Halal (LPH) yang ditunjuk,” kata Ikhsan dalam keterangan tertulis, Kamis (9/7/2020).

Selanjutnya, LPH melalui auditor halalnya mengeluarkan hasil pemeriksaan produk untuk diserahkan kepada Majelis Ulama Indonesia agar dilakukan sidang fatwa produk terkait. Jika hasil keluar dan layak maka akan ada rekomendasi sertifikasi halal yang nantinya disahkan BPJPH.

Ikhsan mengatakan skema di atas tidak berjalan dengan baik karena bermasalah pada pintu masuk sertifikasi halal di PTSP. Formulir permohonan sertifikasi halal di PTSP juga nampak belum dibedakan antara registrasi dari perusahaan dengan usaha kecil menengah.

"Ketika diajukan pertanyaan, petugas PTSP juga tidak mampu memberikan jawaban ke mana UKM melakukan registrasi. Ada yang menjawab UKM dapat mendaftar di Kantor Wilayah Kementerian Agama setempat, akan tetapi ketika mendaftar di Kantor Wilayah Kementerian Agama, ternyata petugasnya sama sekali tidak siap," kata dia.

Atas hal itu, Ikshan menuntut adanya perbaikan sehingga proses sertifikasi jelas prosedurnya. Jika masih simpang siur maka dapat meresahkan dunia usaha dan masyarakat terutama karena kebutuhan konsumsi produk halal oleh kalangan Muslim meningkat.

MUI, kata dia, sebaiknya tetap diberi kewenangan meski sementara sampai BPJPH benar-benar siap memproses sertifikasi halal. MUI memiliki LPPOM yang sudah puluhan tahun mengurusi sertifikasi dan mempunyai sumber daya yang siap sehingga seharusnya kembali diberi wewenang memproses sertifikat halal.

 

Baca juga:

LPPOM MUI Harap Industri Halal Jadi Roda Ekonomi Indonesia

 

"Itulah yang melandasi Kementerian Agama kemudian harus mengembalikan sementara sertifikasi halal kepada MUI dengan sistem pendaftaran yang pararel. Artinya, BPJPH membuka registrasi online dan LPPOM MUI tetap menjalankan fungsinya mulai proses registrasi sampai dengan penerbitan sertifikat halal," kata dia.

IHW juga menyoroti BPJPH yang tak kunjung melibatkan MUI untuk proses penerbitan sertifikasi halal. "Seyogyanya peran penting MUI dan LPPOM MUI harus tetap dipertahankan dan tidak boleh terabaikan dengan keadaan apapun," kata Ikhsan.

Dia mengatakan terdapat tiga unsur penting dalam penerbitan sertifikasi halal yaitu BPJPH selaku regulator, lembaga pemeriksa halal/LPH (institusi auditor) dan MUI (verifikator auditor halal serta sidang fatwa).

Sejauh ini, kata dia, BPJPH belum melibatkan MUI untuk menelurkan auditor halal tapi justru membuat LPH versinya sendiri. Padahal tiga unsur sertifikasi halal tetap ada selama undang-undang terkait itu masih berlaku.

Ikhsan menyebutkan terdapat landasan hukum MUI harus dilibatkan dalam sertifikasi halal, di antaranya Pasal 1 angka 8 UU 33 Tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal, Keputusan Menteri Agama No 982 tahun 2019, Keputusan Menteri Agama Nomor 519 Tahun 2001 dan Keputusan Menteri Agama No 518 Tahun 2001.

Di antara regulasi tersebut, kata dia, juga terdapat beleid yang menyebutkan untuk sementara MUI dan LPPOM MUI dapat menerbitkan fatwa halal tertulis sampai sistem jaminan halal terbentuk dengan baik. Hanya saja sampai saat ini sistem tersebut belum berjalan.

"Selama belum dicabut maka MUI dan LPPOM MUI tetap dapat menyelenggarakan proses sertifikasi halal dan menerbitkan fatwa halal tertulis, karena pada dasarnya sertifikat halal adalah fatwa tertulis dari Komisi Fatwa MUI atas produk yang dinyatakan halal," kata dia. (jms/rls/antara)

 

Baca juga:

Menag Gratiskan Sertifikasi Halal bagi UKM Beromzet di Bawah Rp 1 Miliar


Back to Top