Terdampak Corona, Komnas Umrah Minta Pemerintah Beri Insentif pada Travel Haji dan Umrah

gomuslim.co.id - Komnas Haji Umrah minta pemerintah memberikan stimulus dan insentif terhadap pengusaha travel haji dan umrah. Selama pendemi COVID-19, para pengusaha terpukul ekonominya dan merumahkan karyawannya termasuk PPIU dan PIHK atau agen-agen travel umrah dan haji khusus.

"Banyak pelaku bisnis telah merumahkan karyawan, bahkan tidak sedikit yang sudah gulung tikar alias tutup total," kata Ketua Komnas Haji Umrah Mustolih Siradj seperti dilansir Republika, Rabu (8/7/2020).

 

Baca juga:

Saudi Buka Pendaftaran Haji 2020, Ekspatriat Dapat Jatah 70 Persen

 

Ia mengatakan, sektor bisnis penyelenggaraan ibadah umrah dan haji adalah sektor yang paling lebih awal terdampak, karena sejak bulan Februari 2020 Pemerintah Arab Saudi menutup pintu penerbangan umrah. Tujuannya untuk mencegah penyebaran virus corona.  

"Padahal ketika itu akan memasuki bulan suci Ramadhan di mana biasanya Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) sedang panen karena paket umrah Ramadhan digandrungi umat Muslim Tanah Air," katanya.

Secercah harapan kala itu masih terbersit bagi penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIHK) jelang musim haji tiba, tetapi ternyata PIHK-pun harus gigit jari, di luar dugaan pemerintah mengambil keputusan tidak memberangkatkan misi haji 2020 M/ 1441. Bahkan pemerintah Arab Saudi sendiri juga hanya menyelenggarakan haji dengan sangat terbatas, tidak membuka ruang sama sekali untuk jamaah haji dari warga negara asing. 

 

Baca juga:

Ini Tiga Usulan BPKH terkait Nilai Manfaat Pembatalan Haji 2020

 

"Semakin lengkaplah penderitaan pengusaha bisnis haji-umrah karena tidak mendapatkan pendapatan sama sekali," kataya.

Menurut Mustolih, dalam kondisi terpuruk seperti ini, sampai sekarang belum ada kebijakan pemerintah untuk berupaya memberikan insentif secara khusus agar PPIU maupun PIHK tidak kian terpuruk. Semestinya pemerintah memberikan perhatian secara serius dengan cara memberikan stimulus dan insentif kepada sektor ini.

"Karena mereka selama ini memberikan kontribusi signifikan kepada pemasukan kas negara," katanya.

Misalnya kata dia situmulus itu dengan memberikan bantuan kebijakan bantuan pinjaman, subsidi komponen biaya, keringanan fiskal, pemotongan pajak yang signifikan dan relaksasi regulasi agar para penguasha bisa sedikit terbantu dan bernafas. "Bila pemerintah tidak ada intervensi maka bisnis yang digeluti pengusaha Muslim ini akan makin banyak yang gulung tikar," katanya. (Mr/republika)


Back to Top