KSRelief Distribusikan Hadiah Idul Fitri untuk Anak Yatim Yaman

gomuslim.co.id – Pusat Bantuan dan Kemanusiaan Raja Salman (KSRelief) akan mendistribusikan hadiah Idul Fitri bagi anak-anak yatim di Yaman.

Hal itu ditandai dengan telah ditandatanganinya perjanjian untuk mengimplementasikan proyek bertajuk ‘Kebahagiaan Mereka Adalah Harapan Kita’. Proyek tersebut nantinya akan menjadi Idul Kiswa (hadiah) bagi anak yatim di Yaman yang dilanda perang.

"KSRelief menandatangani perjanjian dengan Al-Khair Charity for Humanitarian Relief untuk melaksanakan proyek untuk festival Idul Adha yang akan datang," ujar Juru Bicara KSRelief, Nasser Al-Nafe seperti dilansir dari publikasi Arab News, Rabu (8/7/2020).

Perjanjian tersebut ditandatangani oleh asisten supervisor umum KSrelief (Operasi dan Program), Ahmed Al-Baiz.

Kepala Departemen Bantuan Mendesak KSRelief, Fahad Al-Osaimy mengatakan bahwa hadiah Idul Fitri akan dibagikan kepada 84.750 penerima manfaat, termasuk anak yatim di gubernur Aden, Hadhramaut, Lahij, Hodeidah, Mahrah, Ma'rib, Shabwah, Abyan, Taiz dan Ad Dali .

Pusat ini melakukan serangkaian program semacam itu untuk mendukung anak yatim di seluruh dunia. “Inisiatif ini hanyalah salah satu dari banyak proyek kemanusiaan yang dilaksanakan oleh KSRelief di Yaman,” ungkapnya.

 

Baca juga:

Arab Saudi Dirikan Rumah Sakit Unta Terbesar di Dunia

 

Sebelumnya, Saudi juga telah menginisiasi proyek pembersihan ranjau darat (Masam), yakni menonaktifkan perangkat peledak di Yaman. Selama minggu pertama bulan Juli, tim menonaktifkan total 1.092 perangkat peledak, termasuk 3 ranjau anti-personil, 298 ranjau anti-kendaraan, 17 perangkat rakitan bahan peledak dan 774 unit persenjataan yang tidak meledak.

Sejak proyek dimulai pada Juni 2018, tim Masam telah menonaktifkan total 172.823 ranjau yang ditanam oleh Houthis yang didukung Iran. Gerilyawan Houthi telah mengerahkan lebih dari 1 juta alat peledak di daerah berpenduduk di seluruh Yaman selama konflik, menurut pusat itu.

Perangkat ini telah membunuh atau melukai banyak warga sipil tak berdosa dan tetap menjadi ancaman serius bagi keselamatan dan keamanan di Yaman. (mga/ArabNews)

 

Baca juga:

Saudi Buka Pendaftaran Haji 2020, Ekspatriat Dapat Jatah 70 Persen


Back to Top