Inilah Rektor Perempuan Pertama di Arab Saudi

gomuslim.co.id - Arab Saudi kembali melanjutkan rangkaian reformasi sosial dan ekonominya yang cukup drastis, terutama bagi perempuan. Untuk pertama kalinya, negara kerajaan itu menunjuk seorang wanita sebagai rektor di salah satu universitas di negara itu.

Dilansir dari publikasi Gulf News, Senin (6/7/2020), Profesor Lilac Al Safadi ditunjuk Arab Saudi sebagai rektor di Electronic University, sekaligus menjadi wanita pertama yang memimpin universitas dengan siswa yang terdiri dari laki-laki dan perempuan di Kerajaan Arab Saudi.

 

Baca juga:

Wanita Saudi Terbuka Berkarir di Dunia Militer dan Keamanan Publik

 

Prof Lilac adalah satu di antara lima akademisi yang disebut sebagai presiden baru universitas Arab Saudi setelah mendapat persetujuan kerajaan.

Prof Lilac merupakan lulusan Universitas Wollongong di Australia, mengambil jurusan teknik perangkat lunak dan meraih gelar MSC dan doktor dalam ilmu komputer.

Perjalanan karier Prof Lilac dimulai sebagai seorang staf pengajar di Universitas King Saud, kemudian bekerja sebagai chief executive officer selama lebih dari 20 tahun dalam pengembangan bisnis, konsultasi komersial, kepemimpinan strategis dan manajemen proyek.

Dia juga merupakan manajer teknologi inkubator wanita dan bertanggung jawab untuk mengembangkan pusat kewirausahaan di departemen wanita dan ilmu kedokteran.

Dia juga menjabat sebagai penasihat gubernur Otoritas Umum Saudi untuk Usaha Kecil dan Menengah dan konsultan untuk perencanaan, kualitas dan pengembangan di Saudi Electronic University.

 

Baca juga:

CEO Wanita Pertama Saudi Ini Masuk Daftar 100 Wanita Paling Kuat Versi Majalah Forbes

 

Prof Lilac juga telah mempresentasikan lebih dari 50 makalah penelitian untuk seminar dan publikasi di bidang-bidang seperti e-commerce dan kecerdasan buatan. Awal tahun ini, ia bekerja sebagai wakil presiden dan pejabat teknologi nasional di Microsoft.

Beberapa tahun terakhir, Arab Saudi telah membuat serangkaian reformasi sosial dan ekonomi yang cukup dramatis, terutama bagi perempuan.

Pada 2018, memberi izin kepada wanita untuk mengendarai mobil, setelah dilarang selama puluhan tahun. Agustus lalu, perempuan Saudi diizinkan bepergian tanpa persetujuan penjaga laki-laki dan mengajukan paspor.

Raja Salman pekan lalu mengeluarkan dekrit yang mengangkat 13 wanita sebagai anggota dewan Komisi Hak Asasi Manusia Saudi. (Mr/suara)


Back to Top