MUI Jabar Beri Gambaran Pelaksanaan Pemotongan Hewan Kurban saat Pandemi

gomuslim.co.id - Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Barat memberi gambaran pelaksanaan pemotongan hewan kurban Idul Adha saat masa pandemi corona (COVID-19). Guna mencegah kerumunan, MUI Jabar merancang susunan pelaksanaan penyembelihan hewan kurban.

"Jadi kalau soal syariahnya itu kan tidak ubah tata cara pelaksanaan kurban itu, contoh hewannya sehat, gemuk, segar, kemudian menyembelihnya jangan ada unsur penyiksaan harus pakai pisau tajam. Kemudian tata cara memotongnya itu biasa, tidak ubah. Namun tentu ini harus disertai dengan protokol kesehatan ketat, karena kita kan masih pandemi," ucap Sekretaris MUI Jabar Rafani Achyar dalam keterangannya, Senin (6/7/2020).

Menurut Rafani, penyembelih atau petugas penyembelih perlu memakai masker. Selain itu, penerapan physical distancing perlu diperketat.

 

Baca juga:

Pandemi COVID-19, Ulama India Fatwakan Hewan Kurban Boleh Diganti Uang

 

"Mungkin diperlukan cara yang lebih efisien, umpamanya cara mengikat hewan sebelum disembelih, biasanya kan bisa orang banyak, sekarang ini ya cobalah cari cara supaya cukup menyembelih dua sampai tiga orang," katanya.

Saat mengelola daging kurban pun perlu menekankan prinsip higienis. Pengelolaan daging kurban sebelum dibagikan disarankan tidak melibatkan banyak orang.

"Kemudian terakhir, dalam cara pembagian daging kurban, ini harus bener-bener diterapkan protokol kesehatan, jangan sampai terjadi kerumunan orang," tutur Rafani.

"Kalau memang memungkinkan lebih baik diantar oleh panitia ke rumah-rumah. Tapi kalaupun harus mengantre, antreannya harus benar-benar diatur oleh protokol kesehatan," kata dia menambahkan.

Terkait pelaksanaan salat, Rafani mengatakan, saat ini untuk salat id sudah bisa dilakukan di masjid seperti salat Jumat pada umumnya. Namun tetap harus memperhatikan jarak.

"Kan ini udah boleh ya salat Idul Adha, artinya prinsipnya boleh di lapang, di masjid. Tapi harus ketat protokol kesehatannya. Seperti salat Jumat sekarang lah, jadi panitia harus bener-bener ketat menerapkan protokol kesehatannya," katanya.

MUI pusat, sambung Rafani, belum memberikan edaran terkait pelaksanaan Idul Adha. Namun meski begitu, pihaknya mulai menyusun gambaran untuk dilakukan di Jabar.

"Ya jadi kita sambil menunggu edaran dari pusat ya, kan belum ada nih, kan masih ada waktu, tapi yang pasti bakal sosialisasi ke masjid-masjid, ini gambarannya gitu," pungkasnya. (hmz/detik/dbs)

 

Baca juga:

Kurban Online BAZNAS Berikan Kemudahan Ibadah


Back to Top