Belasan Jamaah Tabligh Asal Indonesia Dipulangkan dari India

gomuslim.co.idSetelah mendapat izin dari Kementerian Dalam Negeri India, 16 warga negara Indonesia yang tergabung dalam rombongan jamaah tabligh diperbolehkan pulang. Mereka melakukan penerbangan kembali ke Tanah Air melalui Bandara Internasional Indira Gandhi di Kota New Delhi, India, pada Jumat (3/7/2020) malam lalu.

Ke-16 WNI tersebut sebelumnya diamankan bersama 41 jamaah tabligh asing lainnya di Distrik Saharanpur, Negara Bagian Uttar Pradesh. Mereka dibawa ke rutan pada April lalu beberapa hari setelah insiden Nizamuddin Markaz. Namun pada bulan Juni lalu, Pengadilan Saharanpur telah memerintahkan pembebasan terhadap 57 jamaah tabligh asing tersebut.

Insiden di Nizamuddin Markaz terkait sebuah acara yang diikuti jamaah tabligh lokal dan internasional. Kegiatan ini menyebabkan persebaran virus corona (COVID-19) di antara beberapa peserta.

Pihak berwenang India pun menuntut sejumlah besar anggota kelompok setelah insiden tersebut. Selain itu, media arus utama India konon salah menggambarkan insiden itu dengan bantuan desas-desus dan tuduhan yang salah yang menyebabkan meningkatnya kebencian terhadap Muslim di India.

"Mereka diamankan pada 20 April. Mereka diamankan berdasarkan KUHP India Pasal 188, 269, dan 270; serta bagian 3 dari tindakan epidemi; kemudian pasal 14, 14B, dan 14C dari Undang-Undang Asing. Ketika diajukan di pengadilan, kami menentang dakwaan tersebut. Akibatnya, pengadilan menemukan pelanggaran hanya pada pasal 188 dan bagian 3 dari tindakan epidemi dan menghapus semua tuduhan lainnya. Pengadilan menghukum mereka satu bulan penjara," papar penasihat hukum jamaah tabligh Indonesia di Saharanpur, Jaan Nisar Akhtar, seperti dilansir dari Muslim Mirror, Senin (6/7/2020).

 

Baca juga:

Masjid Agung New Delhi Akan Kembali Dibuka Akhir Pekan Ini

 

Sedangkan Anggota Parlemen Saharanpur, Haji Fazlur Rahman juga telah membantu mereka dalam perjuangan hukum ini.

Di Distrik Saharanpur, Negara Bagian Uttar Pradesh, India, sebanyak 57 jamaah tabligh asing diamankan dan dibawa ke rutan. Mereka termasuk 16 dari Indonesia; 21 dari Kirghizstan; 5 dari Sudan; 4 dari Thailand; 2 dari Malaysia; dan masing-masing dari Spanyol, Suriah, Palestina, Arab Saudi, dan Prancis.

Semuanya dibebaskan oleh pengadilan pada bulan lalu dan sejak itu tinggal di sebuah resor lokal di bawah tanggung jawab penasihat masing-masing dan pemimpin masyarakat setempat.

Pemerintah di sana juga telah meminta bimbingan dari Departemen Dalam Negeri untuk kepulangan mereka ke negara asalnya. Mereka diizinkan meninggalkan India setelah mendapat persetujuan resmi dari Kementerian Dalam Negeri India. (mga/MuslimOkezone/MuslimMirror)

 

Baca juga:

Masjid India Keluarkan Kartu Pintar untuk Pelaksanaan Salat Berjamaah


Back to Top