IZI Sediakan Daging Kurban Olahan untuk Warga Terdampak COVID-19

gomuslim.co.id Inisiatif Zakat Indonesia (IZI) meluncurkan produk daging kurban olahan berupa abon untuk masyarakat yang terdampak COVID-19.

IZI menggandeng 3 (tiga) mitranya dari Unit Usaha Kecil-Menengah (UMKM) dalam pengelolaan daging kurban olahan berupa abon ini. Di antaranya, UMKM Fatimah Azzahra dan UMKM Abon Kita. Keduanya merupakan UMKM yang berizin usaha di kota Makassar, Sulawesi Selatan. Selebihnya adalah UMKM yang berizin usaha di Lumajang, Jawa Timur, bernama UMKM Arya Wiraja.

 

Baca juga:

Laznas IZI Bangun Klinik Cuci Darah Gratis di Depok

 

Program bertema "Abon Kita, Kurban IZI" ini diluncurkan Inisiatif Zakat Indonesia untuk memudahkan para Calon Pekurban (Mudhohy) dalam melaksanakan ibadah kurban yang akan disalurkan kepada warga terdampak COVID-19 di wilayah 3 T (Terdepan, Terluar dan Tertinggal), Jabodetabek dan di 16 kantor perwakilan IZI (Lampung, Bengkulu, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, DIY, Kaltara, Kaltim, Banten, Riau, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Sumatera Selatan).

"Terpilihnya abon sebagai produk daging kurban olahan yang diusung IZI tidak terlepas dari proses pemikiran yang panjang. Mulai dari penggunaan metode survei langsung kepada penerima manfaat binaan mereka, didapatkan kesimpulan bahwa Abon secara cita rasa cocok dengan lidah masyarakat Indonesia, mudah dikonsumsi tanpa harus diolah Kembali," kata Direktur Utama Inisiatif Zakat Indonesia Wildhan Dewayana, Sabtu (4/7/2020).

Kelebihan lain dari produk Abon juga didapat oleh manajemen IZI, di antaranya adalah pengelolaan kurban olahan dapat menghindari kerumunan dan Melahirkan rasa aman untuk semua pihak ditengah wabah COVID-19 baik donatur, pengelola hingga mustahiq, melalui kurban olahan abon dapat memberdayakan UMKM pengolahan Abon di makassar yang melibatkan ibu-ibu nelayan dhuafa.

Kelebihan lainnya adalah dikelola dengan memperhatikan tingkat higienis dan kualitas rasanya, dikelola dengan Quality Control Syariah mulai dari pengadaan hewan hingga pengelolaan abonnya, distribusi yang luas menjangkau 16 provinsi dan dan wilayah 3T (terdepan, terluar dan tertinggal), para donator mendapatkan laporan realtime melalui 4 notifikasi sejak dana diterima, update pemotongan hewan kurban hingga report distribusi abon.

Dia mengungkapkan, program "Abon Kita, Abon IZI" merupakan wujud salah satu pilar pelayanan kurban tahun ini dengan mensinergikan aspek sosial-ekonomi, lingkungan, dan syariat keislaman.

 

Baca juga:

IZI Kembali Luncurkan Program Smart Farm ke-3 di Kabupaten Bogor

 

"Kami ingin warga Indonesia pada umumnya memiliki kesadaran mengelola kurban di tengah pandemic COVID-19 ini dengan higienis, tersistem, dan berkualitas. Produk Abon ini akan didistribusikan kepada kaum dhuafa yang tinggal di daerah terpencil sebagai pemenuhan gizi keluarga mereka," ujar Wildhan.

Panitia Kurban IZI juga menjamin abon kurban IZI diolah sepenuhnya dari bagian terbaik sapi yaitu 100 persen dagingnya. "Melalui kurban olahan Abon dapat meningkatkan nilai gizi diwilayah yang sulit dijangkau oleh distribusi daging murni. Selain itu, tingkat keawetan Abon IZI ini bisa mencapai satu tahun," jelas Muhammad Ardhani, Ketua Panitia Kurban IZI. (Mr/merdeka)


Back to Top