Arab Saudi Pastikan Jaga Kesehatan Jemaah Haji 2020

gomuslim.co.idMenteri Kesehatan Arab Saudi, Tawfiq Al Rabiah mengatakan bahwa pihaknya telah bekerja sama dengan Kementerian Haji dan Umrah guna mencegah persebaran COVID-19. Mereka saling mengembangkan langkah pencegahan mengatasi penyakit ini.

"Hanya orang-orang yang tinggal di Arab Saudi, berusia di bawah 65 tahun, dan tidak memiliki penyakit kronis yang akan diizinkan melaksanakan ibadah haji tahun ini," ujar Al Rabiah seperti dilansir dari publikasi Arab News, Jumat (3/7/2020).

Sebelumnya, Pemerintah Arab Saudi telah mengumumkan persyaratan untuk melaksanakan ibadah haji tahun ini. Salah satunya, dari kuota 1.000 jemaah yang diperbolehkan melakukan haji, wajib melindungi diri dan memastikan sehat dari wabah virus corona (COVID-19).

Para jemaah pun nantinya akan menjalani tes kesehatan sebelum tiba di Tanah Suci. Kemudian, mereka akan menjalani isolasi mandiri setelah melakukan haji.

 

Baca juga:

Siapkan Rp 38,7 T, Saudi Percepat Pembangunan Mega Proyek Pariwisata Qiddiya

 

Al Rabiah menegaskan bahwa Pemerintah Arab Saudi mampu memastikan keselamatan jemaah haji tahun ini.

"Kementerian kesehatan telah memiliki banyak pengalaman dalam pelayanan jamaah haji. Dengan demikian mengetahui kapasitas tenaga dan peralatan yang cukup untuk memastikan kesehatan jemaah haji," tegasnya.

Selain itu ia menambahkan bahwa rumah sakit terpadu akan disediakan. Sebuah pusat kesehatan di Arafah juga disiapkan jika terjadi keadaan darurat selama haji.

Sebagai diketahui, jutaan Muslim biasanya melakukan ibadah haji ke Tanah Suci Makkah setiap tahun. Pada 2019, angka jemaah yang melaksanakan ibadah haji menembus sampai 2,5 juta jiwa. (mga/ArabNews)

 

Baca juga:

Saudi Desak Semua RS Lakukan Studi Klinis untuk Penawar COVID-19


Back to Top