DMI Imbau Umat Kembali Salat di Masjid dengan Protokol Kesehatan

gomuslim.co.id – Masyarakat Indonesia saat ini sudah memasuki masa new normal ditengah wabah pandemi COVID-19. Untuk itu, Dewan Masjid Indonesia (DMI) mengimbau umat Islam mulai membiasakan diri lagi beribadah ke masjid dengan menerapkan protokol kesehatan. 

"Intensifkan edukasi masyarakat sehingga akan terbiasa. Kalau menahan diri di rumah, nanti kebablasan, masyarakat tidak akan memiliki kreativitas," ujar Sekretaris Jenderal PP DMI, Imam Addaruquthni, Rabu (1/7/2020) kemarin. 

Ia menjelaskan, DMI sendiri sudah merekomendasikan pelaksanaan salat Jumat dua gelombang untuk menghindari keramaian jamaah dalam masa new normal. DMI juga mengusulkan, jamaah salat Jumat dibagi dua berdasarkan ganjil-genapnya nomor ponsel mereka. 

Terkait penyelenggaraan salat Idul Adha dan pemotongan hewan kurban, lanjut Imam, DMI belum akan memberikan imbauan ke masjid-masjid. Menurutnya, imbauan dari Kementerian Agama (Kemenag) maupun Majelis Ulama Indonesia (MUI) sudah cukup untuk disampaikan dan diterapkan oleh masjid-masjid di seluruh Indonesia. 

“Saya rasa cukup memadai yang disampaikan Kemenag. Dalam pekan depan, MUI juga akan keluarkan panduan," singkatnya.

Sebelumnya, Kemenag sudah menerbitkan Surat Edaran Nomor 18 Tahun 2020 tentang Penyelenggaraan Salat Idul Adha dan Penyembelihan Hewan Kurban Tahun 1441 H Menuju Masyarakat Produktif dan Aman COVID-19. Dalam surat edaran itu ditekankan, penyelenggaraan salat Idul Adha dan pemotongan hewan kurban harus memperhatikan protokol kesehatan. 

“Salat Idul Adha dan penyembelihan hewan kurban dapat dilaksanakan di semua daerah dengan memperhatikan protokol kesehatan dan telah melakukan koordinasi dengan pemerintah daerah setempat, kecuali pada tempat-tempat yang dianggap masih belum aman COVID-19 oleh pemerintah daerah atau gugus tugas (Covid-19) daerah," ujar Menteri Agama (Menag), Fachrul Razi dalam surat edaran yang diterbitkan, Selasa (30/6/2020) lalu. 

 

Baca juga:

Ketua Pemuda DMI Gaungkan Kebangkitan Ekonomi Umat dari Masjid

 

Sementara itu, Wakil Ketua Umum MUI, KH Muhyiddin Junaedi mengatakan, MUI mendukung protokol salat Idul Adha yang dirilis Kemenag. Menurutnya, protokol tersebut sejalan dengan fatwa MUI.  Ia juga mengungkapkan bahwa MUI secara umum sepakat dengan protokol pemotongan hewan kurban yang diterbitkan Kemenag.

“Karena di Fatwa MUI Nomor 14 menegaskan, umat yang berada di wilayah yang dapat dikendalikan atau zona aman diperbolehkan melaksanakan ibadah secara normal, tentu dengan tetap menjaga jarak, mengikuti protokol kesehatan,” paparnya. 

Selain itu ia juga menyarankan para pengurus masjid harus membuat aturan keamanan selama proses ibadah.  “Untuk salat Idul Fitri dan Idul Adha, sunahnya itu dilakukan di lapangan terbuka. Maka, buatlah aturan keamanannya, seperti pengaturan jarak antarjamaah, wajib menggunakan masker, membawa sajadah sendiri, hingga sanitasi,” jelasnya.

Ia juga mengingatkan masyarakat di zona hijau atau zona aman untuk tidak bertindak ceroboh dan terus mematuhi protokol kesehatan yang berlaku. “Jangan melalaikan protokol kesehatan karena meski di zona aman, ancaman tetap menghantui, salah satunya OTG (orang tanpa gejala) yang kapan saja menularkan virus,” tegasnya.

Disisi lain, Imam Besar Masjid Istiqlal, Nasaruddin Umar mengatakan adanya kemungkinan penyelenggaraan salat Idul Adha di Istiqlal pada akhir Juli. Namun semua itu tergantung proses renovasi yang hingga saat ini masih dilakukan.

Proses renovasi Istiqlal sendiri, kata dia, secara keseluruhan diklaim telah nyaris rampung. Diperkirakan pengerjaan akan tuntas pada pertengahan atau akhir Juli. Namun keputusan akhir soal pelaksanaan salat Idul Adha menunggu instruksi lebih lanjut.

"Pekan ini baru dipastikan, karena masih renovasi besar-besaran. Rencananya iya (adakan salat Idul Adha) tapi masih ada yang belum tuntas, kepastiannya kami rapat kooordinasi dulu, finalnya Minggu depan," ujar Prof Nasar, Rabu (1/7/2020).

Meski demikian ia mengatakan, Istiqlal tetap mengadakan pemotongan hewan kurban terlepas salat Idul Adha diadakan atau tidak. Pengurus Istiqlal siap menerima, memotong sekaligus menyalurkan hewan kurban.

Selama proses pemotongan kurban hingga penyalurannya pun, pengurus Istiqlal berkomitmen menjalankan protokol kesehatan seperti jaga jarak, pakai masker, cuci tangan. Diharapkan para penerima hewan kurban juga mematuhi protokol kesehatan demi keselamatan bersama.

"Potong kurban jalan, kami terima sumbangan hewan kurban, pemotongan disesuaikan dengan protokol kesehatan," tandas Prof Nasar. (mga/Rep)

 

Baca juga:

DMI Keluarkan Edaran Tata Cara Salat Jumat Dua Gelombang dan Ganjil Genap


Back to Top