Warga Palestina Protes Tolak Aneksasi Tepi Barat Jalu Gaza

gomuslim.co.id - Ribuan warga Palestina di Jalur Gaza menggelar aksi protes menolak aneksasi wilayah Tepi Barat oleh Israel, Rabu (01/07/2020). Warga yang mengikuti aksi tersebut meneriakkan kecaman terhadap pendudukan Israel serta menyerukan seluruh Palestina bersatu melawan konspirasi yang dilancarkan Tel Aviv.

Dilansir dari publikasi Reuters, Kamis (2/7/2020), Aksi tersebut dimotori oleh Gerakan Nasional Islam yang sebelumnya menyerukan warga Palestina menggelar aksi demo menentang rencana pencaplokan wilayah Tepi Barat.

“Aksi ini bertujuan untuk menyuarakan dukungan terhadap saudara-sauda kita di Al-Quds, Tepi Barat serta Lembah Yordania untuk kembali ke tanah air,” terang salah satu partisipan Sa’di Abid.

Dia menegaskan bahwa pencaplokan terhadap Tepi Barat dapat mengancam hak bangsa Palestina. “Kami tidak akan tinggal diam, Palestina akan mengorbankan apapun yang mereka miliki demi membela bangsa," tegasnya.

 

Baca juga:

Pers dan Medsos, Alternatif Kekuatan untuk Tekan Israel Aneksasi Tanah Palestina

 

Netanyahu sebelumnya menyatakan berencana mencaplok 30% dari wilayah Tepi Barat pada pertengahan Juli mendatang sesuai dengan Kesepakatan Abad Ini yang diprakarsai Donald Trump.

Rencana tersebut ditentang oleh Pemerintah Palestina, PBB dan Uni Eropa yang memandang bahwa hal ini bertentangan dengan hukum internasional.

Presiden Palestina, Mahmoud Abbas, telah mengambil langkah tegas dengan memutuskan kerjasama dengan pihak Israel. Termasuk diantaranya kerjasama dalam bidang keamanan.

Disaat yang sama Perdana Menteri Palestina Mohammad Shtayyeh juga menegaskan bahwa Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) akan menarik kembali pengakuannya atas Israel jika Tel Aviv mencoba mengusik kemerdekaan Palestina dibatas wilayah yang disepakati 4 Juni 1967.

Di saat yang sama, Pelapor Khusus PBB Terkait HAM di Palestina, Micheal Lynk menyerukan agar mengambil langkah-langkah tegas mencegah atau menghukum Israel jika mencaplok wilayah Palestina di Tepi Barat. Hal ini disampaikan beberapa hari setelah 1000 lebih anggota parlemen Eropa menandatangani petisi memprotes rencana Netanyahu tersebut, Reuters melaporkan (27/06).

Lynk menyerukan Uni Eropa untuk memberikan peringatan keras dan mengambil langkah tegas, seperti sanksi ekonomi, komersial atau kemungkinan lainnya.

Sementara itu lebih dari 1.000 anggota parlemen dari seluruh Eropa menandatangani petisi menentang keras rencana koalisi pemerintahan Netanyahu- Benny Gantz terkait pencaplokan sebagian wilayah Tepi Barat.

Tercatat sebanyak 1.080 anggota parlemen dari 25 negara di Eropa melalui petisi tersebut memperingatkan “potensi bahaya” terhadap perdamaian di kawasan akibat aneksasi Israel. Lebih dari 240 penandatangan adalah legislator di Inggris.

Petisi yang dikirim ke Kementerian Luar Negeri Eropa, memperingatkan bahwa aneksasi sepihak Tepi Barat dapat berakibat fatal terhadap prospek perdamaian Israel-Palestina sekaligus menentang norma undang-undang internasional.

Sejak perang 1967, diperkirakan sebanyak 430.000 penduduk Yahudi tinggal di lebih dari 130 permukiman di Tepi Barat yang ilegal berdasarkan hukum internasional, namun Washington dan Israel menolak hal ini. (hmz/reuters)

 

Baca juga:

Sekjen PBB Desak Israel Batalkan Rencana Pencaplokan Tepi Barat


Back to Top