Sekitar 1.500 Muslim Italia Batalkan Rencana Haji Tahun 2020

gomuslim.co.id – Kebijakan Arab Saudi terkait pembatasan jumlah jemaah haji 2020 berdampak terhadap muslim di seluruh dunia. Hal ini pun dirasakan oleh sekitar 1.500 Muslim Italia. Mereka terpaksa membatalkan rencana berangkat haji tahun ini. Padahal, sejak tahun lalu sebagian besar sudah memesan tiket penerbangan dan hotel.

Pemilik Tour Magazine, agen perjalanan yang berbasis di Roma, Salah Ibrahim bercerita tentang pengalamannya menyiapkan pemberangkatan jemaah ke tanah suci. Ia menyebut, hampir 3 ribu orang dari Italia pergi ke Arab Saudi untuk haji dan umrah tahun lalu.

“Ini dipersiapkan setahun sebelumnya. Sebelum pembatasan diberlakukan karena COVID-19, kami sudah menyiapkan untuk 1.500 jemaah. Sekarang kami harus menghubungi mereka dan mengatur pengembalian uang, tiket pesawat dan hotel," ujar Ibrahim seperti dilansir dari publikasi Arab News, Jumat (26/6/2020).

Ibrahim yang sudah melayani perjalanan ziarah bagi Muslim Italia selama 40 tahun ini menuturkan banyak jemaahnya yang kecewa dan merasa kehilangan. Hal demikian karena beberapa jemaah sudah menunggu beberapa tahun untuk perjalanan ibadah ini.

“Saya sudah bicara dengan beberapa orang, awalnya mereka kesal dan kecewa tetapi pada akhirnya mereka mengerti," kata Ibrahim.

Dia mengakui, pengumuman otoritas Arab Saudi yang memutuskan membatasi jumlah jemaah haji tahun ini untuk seribu orang merupakan sebuah berita yang sudah ditunggu-tunggu.

 

Baca juga:

Muslim Roma Masuk Daftar Penerima Bantuan "Work Dignity"

 

"Kami sudah melihat tanda-tanda pada April saat kami diminta untuk tidak membuat komitmen pada jemaah. Tapi kami sudah reservasi untuk tahun ini yang sudah dipesan tahun lalu. Bagi banyak orang haji itu impian seumur hidup," ungkap dia.

Mohammed Ashash (39 tahun), seorang dokter dari Pakistan yang telah tinggal dan bekerja di Italia hampir 20 tahun mengaku kecewa karena tak bisa pergi haji tahun ini.

"Saya kecewa dan tentu sangat menyesal tapi apa yang bisa kami lakukan? Berhaji sudah jadi mimpi saya bertahun-tahun. Saya sudah memesan perjalanan dan kembali pada Oktober. Saya menyesal itu tak akan berhasil tahun ini,” ucap Ashash.

Namun, sebagai dokter dia setuju dengan keputusan otoritas Arab Saudi. Menurutnya, keselamatan dan kesehatan adalah hal terpenting. “Risiko penularan harus diatasi. Kami sudah melihat betapa mematikannya virus ini. Saya percaya membatasi akses peziarah tahun ini adalah pilihan yang bijaksana. Sejujurnya tak ada lagi yang bisa dilakukan," kata Ashash.

Meski demikian, dia tidak putus asa. Ashash berharap bisa menjalankan umrah dan haji setelah pandemi COVID-19 berakhir. "Kehidupan manusia itu suci dan harus dijaga. Dengan bantuan Allah, ketika pandemi ini berakhir dan kita bisa kembali melanjutkan kehidupan sehari-hari, semoga saja bisa menjalankan umrah dan haji," pungkas dia. (jms/arabnews)

 

Baca juga:

Islam Segera Diakui Sebagai Agama Resmi di Italia


Back to Top