Muhammadiyah Anjurkan Kurban Jadi Dana Dhuafa

gomuslim.co.id – Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah mengeluarkan surat edaran tentang Tuntunan Ibadah Puasa Arafah, Idul Adha, Kurban dan Protokol Ibadah Kurban pada Masa Pandemi COVID-19.

Sekretaris PP Muhammadiyah, Agung Danarto mengatakan bahwa landasan keputusan ini disusun berdasarkan pada kajian-kajian yang telah dilakukan ulama Muhammadiyah dalam Majelis Tarjih dan Tajdid.

Agung menjelaskan, Surat edaran Muhammadiyah tersebut menghimbau keutamaan untuk mengalihkan kurban menjadi sedekah berupa uang bagi kaum dhuafa.

Ia mengungkapkan, saat ini Muhammadiyah menyadari dampak besar pandemi COVID-19 terhadap kondisi ekonomi umat Islam. Situasi saat ini, menurutnya, merupakan musibah bagi umat Islam di seluruh Indonesia. Ancaman pengangguran dan kemiskinan terdampak pandemi harus disikapi secara serius dan bijak. Peran solidaritas umat Islam dan warga Muhammadiyah pun menjadi sangat penting.

Agung menyatakan bahwa gelombang pengangguran dan stagnasi ekonomi mikro meningkatkan angka ketimpangan dan kemiskinan. Pandemi COVID-19 telah menghasilkan situasi kompleks, dan menciptakan kategori kelompok dhuafa yang baru atau yang disebut prekariat.

Kelompok ini juga termasuk orang-orang yang menjadi korban PHK (pemutusan hubungan kerja), pedagang kecil dan penyedia jasa yang kesulitan bertahan secara finansial. “Sehingga kita melihat ini sebagai perhatian yang lebih. Kita dahulukan yang lebih penting dari yang penting,” ujar Agung dalam Konferensi Pers yang digelar dikantor PP Muhammadiyah, Jalan Cikditiro no 23, Rabu (24/6/2020) kemarin.

 

Baca juga:

Muhammadiyah Putuskan Hari Raya Idul Adha Pada 31 Juli 2020

 

Pengalihan kurban, kata dia, menjadi sedekah dana kepada dhuafa dapat dianggap sebagai salah satu upaya solidaritas membantu kaum dhuafa mempertahankan kehidupan. 

“Muhammadiyah tidak melarang penyembelihan kurban sebagaimana biasanya. Hanya saja para shohibul kurban perlu memperhatikan nilai keutamaan pengalihan kurban menjadi dana dhuafa yang juga bernilai pahala” ungkap Agung,

Selain itu, Agung juga mengungkapkan bahwa pengalihan kurban menjadi dana dhuafa punya fungsi dalam distribusi pangan. Sebab, seringkali kurban terkonsentrasi pada satu tempat saja.

Maka, dengan memperluas penyebaran kurban dalam bentuk dana dhuafa, diharapkan menjadi strategi konstruktif menyikapi situasi krisis. Meski demikian, LazisMu masih tetap membuka kesempatan bagi warga Muhammadiyah yang tetap ingin berkurban dengan membantu pemotongan dan penyaluran daging kurban ke daerah 3T (tertinggal, terluar dan terdepan).

“Muhammadiyah juga merekomendasi supaya bagi warga persyarikatan yang bercukupan (mampu untuk berkurban dan bersedekah) supaya melaksanakan kurban dan mengeluarkan dana bagi yang terdampak pandemi. Keputusan ini berdasar kajian dalil-dalil dan sunnah,” paparnya.

Selanjutnyam Muhammadiyah juga mengimbau pelaksanaan Salat Idul Adha dan Kurban di rumah atau dalam lingkup terbatas bagi kawasan zona hijau. Muhammadiyah berharap warga persyarikatan yang mampu untuk berkurban dan bersedekah sekaligus. (mga/Muhammadiyah)

 

Baca juga:

Risiko Penularan COVID-19 Masih Tinggi, Muhammadiah Harap Masyarakat Perketat Protokol


Back to Top