Pemkot Bogor Siap Gelar Pelatihan Pemotongan Hewan Kurban Secara Virtual

gomuslim.co.id –  Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor, Jawa Barat sedang merencanakan pelatihan dan simulasi pemotongan hewan kurban untuk dilaksanakan pada Hari Raya Idul Adha 1441 Hijriyah dengan penerapan protokol kesehatan pencegahan penyebaran COVID-19.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Bogor, Anas S Rasmana mengatakan, kegiatan itu direncanakan akan berlangsung Ahad (28/6/2020) mendatang. 

Anas menjelaskan, pelatihan dan simulasi penerapan protokol kesehatan untuk pemotongan hewan kurban tersebut nantinya akan diikuti oleh camat dan lurah dari seluruh wilayah di Kota Bogor, serta pengurus Dewan Masjid Indonesia (DMI) tingkat Kota Bogor dan tingkat kecamatan di Kota Bogor dan akan diselenggarakan secara virtual melalui konferensi video.

Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Bogor, kata dia, juga akan mengundang pembicara ahli dari Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian untuk memberikan pengarahan.

"Pelatihan dan simulasi itu meskipun dilakukan secara virtual, namun akan dilakukan simulasi bagaimana penerapan protokol kesehatan pada saat pelaksanaan pemotongan hewan kurban," ujar Anas, Selasa (23/6/2020) kemarin.

Ia menjelaskan, setelah pelatihan dan simulasi, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan akan memberikan surat keputusan tentang protokol kesehatan pemotongan hewan kurban kepada para camat, lurah dan pengurus DMI tingkat Kota Bogor dan tingkat kecamatan di Kota Bogor, untuk ditindaklanjuti. "Selanjutnya, mereka yang akan menyosialisasikannya kepada pengurus DKM (Dewan Kemakmuran Masjid) di setiap masjid di Kota Bogor," ungkapnya.

Baca juga:

Pastikan Kesehatan Hewan Kurban, Pemkot Tangerang Kerahkan Puluhan Dokter Hewan

Anas menambahkan, di setiap masjid  jumlah hewan kurbannya berbeda-beda dan luas halaman masjid juga berbeda-beda sehingga harus bisa menyesuaikan karena petugasnya akan dibatasi.

Untuk masjid yang jumlah hewan kurbannya sangat banyak, diusulkan agar melakukan pemotongan hewan kurban dalam dua tahap, yakni pada 10 dan 11 Dzulhijjah, guna memenuhi syarat penerapan protokol kesehatan dan dapat meminimalkan potensi penularan COVID-19.

Selain itu ia memaparkan, protokol kesehatan yang harus diterapkan pada pemotongan hewan kurban adalah, hewan kurban harus sehat dan tidak cacat, serta memenuhi syarat untuk qurban. Tempat pemotongan hewan kurban, misalnya di halaman masjid atau di lapangan terbuka, harus menyediakan fasilitas tempat cuci tangan dengan air mengalir dan sabun.

Petugas pemotongan hewan pun, kata dia, harus dalam kondisi sehat dan jumlahnya dibatasi untuk setiap lokasi pemotongan hewan kurban. Setiap orang yang bertugas, harus mengenakan pakaian lengan panjang, memakai masker, pelindung wajah dan sarung tangan. "Akan lebih baik jika petugas yang menyembelih hewan kurban sudah menjalani tes cepat dan dipastikan sehat," tegasnya.

Terakhir, di lokasi pemotongan hewan kurban, kata Anas, petugas yang menangani hewan kurban setelah disembelih, posisinya tidak boleh berhadapan, guna meminimalkan kontak fisik dan droplet di antara petugas. Lokasi pemotongan hewan kurban juga harus diberi jarak tertentu dan diberi pagar pembatas dengan pemilik hewan yang ingin menyaksikan hewan kurbannya disembelih.(mga/Antara)

Baca juga:

Jelang Idul Adha, Penyembelihan Hewan Kurban Diimbau Gunakan Protokol Kesehatan


Back to Top