Komunitas dan Organisasi Muslim Dunia Sambut Baik Keputusan Arab Saudi Batasi Jemaah Haji

gomuslim.co.id – Komunitas internasional dan organisasi Muslim dunia menyambut baik keputusan Arab Saudi yang mengizinkan jemaah untuk tetap melakukan haji ditengah wabah pandemi COVID-19 meski dibatasi.

Para pejabat mengatakan bahwa jumlah jemaah yang akan melaksanakan ibadah haji sekitar 1.000 dan dibatasi hanya untuk orang Saudi dan warga negara asing yang sudah tinggal di Kerajaan.

"Pandemi COVID-19 menghadirkan tantangan besar bagi seluruh dunia," ujar Duta Besar Australia untuk Arab Saudi, Ridwan Jadwat seperti dilansir dari publikasi Arab News, Rabu (24/6/2020).

“Saya berharap menteri yang mulia (Dr. Mohammed Saleh bin Taher) Bentin dan timnya di Kementerian Haji dan Umrah melakukan yang terbaik dalam upaya berkelanjutan untuk mengidentifikasi langkah-langkah kesehatan dan keselamatan yang tepat. Jumlah peziarah yang terbatas akan diizinkan untuk melakukan ibadah haji pada tahun 2020,” lanjutnya.

Dubes juga memposting pesan video khusus di akun Twitter-nya untuk warga Australia yang berniat melakukan haji tahun ini di tengah keputusan Kerajaan untuk tidak menerima peziarah internasional.

"Saya berharap di masa depan bahwa kita akan dapat mengatasi pandemi global ini dan keluarga saya dan saya akan bisa berharap Anda seorang Haji mabrur secara pribadi, tetapi sementara itu tetap aman dan tetap sehat," harap Jadwat.

Sementara itu, Duta Besar Pakistan untuk Arab Saudi, Raja Ali Ejaz mengatakan Kerajaan Arab Saudi telah mengambil langkah yang bijaksana dalam mengambil keputusan. Saudi dianggap hati-hati dalam mempertimbangkan pro dan kontra dari berbagai pilihan.

“Kepemimpinan Saudi selalu menyadari keselamatan, keamanan, dan semangat spiritual para peziarah Haji dan Umrah. Saya pikir faktor yang sama telah memandu keputusan mereka saat ini juga,” imbuhnya.

Ejaz mengatakan, hal itu adalah langkah bijak yang menyeimbangkan aspirasi agama umat Islam dengan keprihatinan tentang kesehatan masyarakat selama wabah COVID-19 yang sedang berlangsung.

 

Baca juga:

Arab Saudi Batasi Jemaah Haji 2020 Hanya 1.000 Orang

 

Sedangkan, Konsul Jenderal Inggris di Jeddah, Seif Usher mengatakan bahwa Inggris bersyukur atas dukungan Kerajaan kepada peziarah Inggris yang melakukan Umrah dan Haji setiap tahun. "(Inggris) menghargai bahwa pada masa-masa yang luar biasa ini, Kerajaan dimengerti telah memprioritaskan kesehatan dan keselamatan para peziarah,” ungkapnya.

Selanjutnya, Sekretaris Jenderal Liga Muslim Dunia (MWL), Dr Mohammed bin Abdulkarim Al-Issa mengatakan bahwa keadaan darurat yang disebabkan oleh pandemi COVID-19 merupakan kasus luar biasa yang harus ditangani dengan sangat hati-hati oleh hukum Syariah dengan penuh pertimbangan dan pertimbangan untuk menjaga keamanan para peziarah.

Ia juga menunjukkan bahwa nilai kehidupan manusia tidak terbatas dalam Islam dan harus dilestarikan. "Syariah Islam menganggap kewarasan hidup sebagai tujuan utama hukum Islam dan satu dari lima kebutuhan (melestarikan agama, kehidupan, kecerdasan, prokreasi atau garis keturunan, dan properti atau kekayaan),” paparnya.

Sedangkan, Asisten sekretaris jenderal Liga Arab dan kepala urusan sosial, Haifa Abu Ghazaleh juga memuji keputusan Kerajaan atas haji berdasarkan perlindungan kesehatan dan keselamatan para peziarah.

Di bawah pedoman umum yang diumumkan selama konferensi pers pada Selasa (23/6/2020) kemarin, diumumkan bahwa ziarah haji akan terbatas pada warga Saudi dan ekspatriat di bawah 65 tahun yang harus melakukan pengujian wajib COVID-19 dan isolasi sebelum dan setelah perjalanan mereka.

Bentin mengatakan bahwa rencana untuk ziarah tahun ini telah digariskan dengan Kementerian Kesehatan berdasarkan langkah-langkah pencegahan COVID-19 dan bahwa jumlah peziarah yang diizinkan untuk melakukan haji dapat dibatasi kurang dari atau lebih dari 1.000.

Seorang sarjana studi Islam yang berbasis di New Delhi, Prof Akhtarul Wasey,  mengatakan bahwa Keputusan (untuk membatasi jumlah haji) diambil untuk kepentingan terbaik komunitas global secara umum dan dunia Muslim khususnya karena pandemi coronavirus yang berkecamuk.

Ia bahkan mencatat bahwa ini bukan pertama kalinya dalam sejarah bahwa ziarah telah dibatasi. “Ada contoh dalam 1.400 tahun terakhir ketika ziarah tahunan dibatalkan atau dibatasi karena satu dan lain alasan. Terutama selama masa pemerintahan khalifah Umar ada semacam pandemi atau wabah dan haji harus dibatalkan," tukasnya.

Wasey pun meminta umat Islam untuk mendukung kepemimpinan Saudi karena telah memberikan prioritas utama pada keselamatan dan kesehatan para peziarah. (mga/ArabNews)

 

Baca juga:

Ini Penjelasan Kerajaan Saudi Soal Pembatasan Haji


Back to Top