Batal Berangkatkan Calon Haji, Pemerintah India Kembalikan Uang Jemaah

gomuslim.co.id – Impian ribuan Muslim India untuk berangkat haji tahun ini sirna akibat pandemi COVID-19. Pasalnya, pemerintah India baru-baru ini memutuskan membatalkan keberangkatan calon jemaahnya ke Tanah Suci. 

Di Maharashtra, ada sekitar 10.500 Muslim terpilih dan dijadwalkan pergi melaksanakan ibadah paling penting dalam hidup mereka tahun ini. Komite Haji Pusat India telah mengumumkan pengembalian penuh biaya untuk musim 2020 Haji. 

Bersamaan dengan keputusan Komite Haji Pusat ini, Ketua Komite Haji Negara Bagian Maharashtra, Jamal Siddiqui, menyebut Haji 2020 mungkin tetap hanya menjadi impian bagi umat Islam. Ia menegaskan tidak ada yang bisa disalahkan untuk hal itu.

"Tahun ini, sekitar 200.000 Muslim dari India berencana untuk melakukan haji. Di dalamnya termasuk lebih dari 125.000 yang berangkat melalui Komite Haji, dan sisanya sekitar 47.000 melalui operator Tur Haji pribadi," ujar dia seperti dilansir dari publikasi Gulf Today, Senin (8/6/2020).

Presiden Asosiasi Kesejahteraan Operator Haji & Umrah India (IHUTOWA), Syed A.R. Milli mengatakan, permintaan ganti rugi tidak dapat dibenarkan. Meski demikian, ia mendukung permintaan untuk meneruskan daftar jemaah tahun ini ke musim haji 2021.

 

Baca juga:

Konsul Haji KJRI: e-Hajj Ditutup, Proses Persiapan Mandek

 

Jamaah haji yang berangkat melalui Komite Haji membayar 201.000 Indian rupee atau setara 37 juta rupiah. Sementara mereka yang di Kategori Hijau membayar 2,90 lakh Indian rupee. Atau 38,7 juta rupiah

Bagi jamaah yang memilih berangkat haji menggunakan operator tur haji pribadi diharuskan membayar antara Rs 3,50 lakh hingga Rs 12 lakh (56,5 hingga 220 juta rupiah). Biaya ini tergantung pada kategori Emas, Perak atau Perunggu.

Bulan Mei tahun ini, ibadah Umroh Ramadhan yang juga dinantikan umat Muslim India, untuk pertama kalinya ditangguhkan. Penerbangan pertama untuk haji diperkirakan dimulai pada 28 Juli 2020. Jamaah dijadwalkan berangkat dari Mumbai dan bagian lain India mulai 22 Juni. Sementara penerbangan kembali diharapkan terjadi pada Agustus.

Pengesahan visa dan proses final lainnya seharusnya dimulai dari 8 Mei dan seterusnya. Namun karena pandemi Covid-19, hal ini tidak diteruskan. Jamal Siddiqui menyebut beberapa negara bahkan memilih untuk membatalkan rencana haji mereka sendiri. (hmz/gulftoday/dbs/ihram)

 

Baca juga:

Kepala BPKH: Dana Haji Tidak Diinvestasikan di Valuta Asing


Back to Top