JIC Sarankan Pemerintah Ambil Alih Penyelenggaraan Kurban Saat Pandemi

gomuslim.co.id – Jakarta Islamic Center (JIC) menyarankan agar penyelenggaraan kurban tahun 2020 ini dapat diambil alih sepenuhnya oleh pemerintah. Dalam hal ini pemerintah daerah dan lembaga zakat yang telah berpengalaman dalam penyelenggaran kurban.

Pasalnya, berdasarkan dari hasil kajian Pusat Pengkajian dan Pengembangan Islam Jakarta oleh JIC terhadap pandemi COVID-19 di Indonesia, khususnya di DKI Jakarta, belum menunjukkan tanda-tanda berakhir sampai beberapa bulan ke depan. Bahkan bisa sampai akhir tahun. 

Maka dari itu, terkait hal tersebut dan berdasarkan pengalaman JIC sebagai penyelenggara kurban yang selama 10  tahun menerapakan metode Hazard Analysis Critical Control Point (HACCP), JIC pun menyarankan agar penyelenggaraan kurban tahun 2020 ini  dapat diambil alih sepenuhnya oleh pemerintah.

Kepala Divisi Pengkajian dan Pendidikan JIC, Ustaz Rakhmad Zailani Kiki menyebutkan bahwa saran ini diberikan JIC jauh-jauh hari dengan tujuan agar pemerintah dan lembaga zakat dapat menyiapkan regulasi, mekanisme dan fasilitasnya. Harapannya masyarakat sudah bisa memahami dan menerima untuk tidak melakukan penyelenggaraan kurban serta dapat mengetahui alternatif tempat penyaluran hewan kurban sejak awal.

 

Baca juga:

Cegah Penyebaran COVID-19, Masjid JIC Tidak Gelar Salat Idul Fitri

 

“Sangat berisiko tinggi jika masyarakat dibiarkan untuk menyelenggarakan kurban di saat pandemi COVID-19 ini. Bisa memunculkan klaster-klaster baru penyebaran COVID-19. Sebab penyelenggaraan kurban, sejak dari pengadaan hewan kurban, pemeliharaan, pemotongan, dan pendistribusikan, itu melibatkan banyak orang; membuat kerumunan yang sulit dikontrol. Apalagi seperti kota Jakarta yang padat penduduk,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Senin (1/6/2020).

Ia mengungkapkan, dari pengalaman JIC dengan metode HACCP, sebelum adanya pandemi COVID-19 saja, penyelenggaraan kurban yang diselenggarakan oleh masyarakat sudah berisiko menularkan penyakit dari hewan kurban ke manusia. “Apalagi saat pandemi COVID-19 ini yang risikonya bertambah, yaitu menularnya penyakit dari manusia ke manusia,” tegasnya.

Untuk itu JIC  berharap agar pemerintah, dalam hal ini pemerintah darerah, membuat regulasi tentang penyelenggaraan kurban yang mengatur tempat penjualan dan pemeliharaaan hewan kurban serta pemotongan hewan yang dilakukan di Rumah Potong Hewan (RPH) dan oleh lembaga zakat yang berpengalaman dalam penyelenggaran kurban. “Hal ini untuk menghindari adanya kerumunan yang dapat menyebarkan COVID-19,” pungkasnya. (mga/rls/Rep)

 

Baca juga:

Resmi Dibentuk, Rumah Qurban Indonesia Jadi Solusi Peroleh Hewan Qurban


Back to Top