Ini Pernyataan Sikap Salimah Terkait Aktivitas KBM 2020/2021 Saat Pandemi COVID-19

gomuslim.co.id – Pemerintah berencana mengaktifkan kembali Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) tahun ajaran 2020/2021 di tengah pandemi COVID-19. Hal ini membuat Persaudaraan Muslimah (Salimah) mengeluarkan pernyataan sikap.

Salah poin pernyataan sikap Salimah terhadap KBM di tengah pandemi COVID-19 mengimbau Pemerintah untuk mempertimbangkan kembali rencana tersebut sampai status pandemi COVID-19 dicabut.

“Intinya, pernyataan sikap Salimah terkait KBM di tahun ajaran baru ini, terlebih ditengah wabah pandemi COVID-19, berharap agar Pemerintah bisa benar-benar memperhatikan dan mengutamakan kesehatan dan keselamatan jiwa siswa, guru, orang tua serta pihak-pihak yang terlibat dalam Kegiatan Belajar Mengajar,” ujar Ketua Umum Salimah, Ir Etty Praktiknyowati.

 

Baca juga:

Prihatin COVID-19, Salimah Ajak Umat Bermunajat Serentak

 

Berikut Pernyataan Sikap Salimah terkait KBM tahun ajaran baru 2020/2021 Nomor : 002/PYT/SEKRT-PP/PPPM/1441 yang dikeluarkan di Jakarta pada Sabtu (30/5/2020) :

Terkait rencana pemerintah untuk kembali membuka sekolah dan kegiatan belajar mengajar secara tatap muka langsung (luring) Tahun Ajaran Baru 2020/2021 pada tanggal 13 Juli 2020, maka dengan ini Salimah menyampaikan beberapa hal sebagai berikut :

1. Sebagai ormas yang peduli pada peningkatan kualitas hidup Anak Indonesia, Salimah meminta Pemerintah memperhatikan dan mengutamakan kesehatan dan keselamatan jiwa siswa, guru, orang tua serta pihak-pihak yang terlibat dalam Kegiatan Belajar Mengajar.

Sejalan dengan amanat dan semangat yang tertuang dalam Pembukaan UUD 1945 pada alinea ke-4 yang berbunyi: “Kemudian daripada itu untuk membentuk suatu pemerintah negara Indonesia yang melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia..”

2. Mencermati kondisi pandemi Covid-19 yang belum menunjukan tanda penurunan secara signifikan, berharap pemerintah mempertimbangkan agar Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) Tahun Ajaran 2020-2021 secara langsung tidak dibuka sampai status pandemi Covid-19 dicabut.

3. Apabila pemerintah tetap akan memulai tahun ajaran baru pada bulan Juli, maka Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan diharapkan dapat menyiapkan sistem pembelajaran dengan kurikulum khusus dengan memaksimalkan pemanfaatan TVRI dan RRI sebagai salah satu sarana utama belajar, mengingat tidak semua orang tua memiliki kemampuan menggunakan gawai sehingga terkendala dalam mendampingi proses belajar putra putrinya.

4. Menyarankan Pemerintah dapat memberikan bantuan kepada siswa kurang mampu untuk memperoleh fasilitas internet gratis dalam proses Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) selama masa Pandemi COVID-19.

5. Pemerintah membuat panduan untuk orang tua sebagai pendamping belajar anak di rumah.

6. Salimah sepakat bahwa Pembukaan Tahun Ajaran Baru 2020/2021 tetap dapat dilaksanakan pada pertengahan Juli 2020 dengan mempertimbangkan hal-hal diatas, agar siswa Indonesia dapat melaksanakan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) secara sistematis sesuai dengan kurikulum yang disesuaikan di setiap jenjangnya.

7. Dan kepada seluruh orangtua, Salimah juga menghimbau untuk memperbaiki pola interaksi dan komunikasi dengan anak dan mendoakan anak-anak, agar Allah SWT melindungi mereka dan membimbing mereka. (mga/rls)

 

Baca juga:

Prihatin COVID-19, Salimah Ajak Umat Bermunajat Serentak


Back to Top