Bahrain Izinkan Umat Muslim Gelar Salat Jumat Mulai Pekan Depan

gomuslim.co.id – Pemerintah Bahrain akan mengizinkan Masjid di wilayahnya menggelar salat Jumat secara berjamaah mulai 5 Juni 2020. Hal itu diumumkan Kementerian Kehakiman Urusan Islam dan Wakaf Bahrain. 

Kementerian menyatakan, otoritas Bahrain akan meninjau keputusan pembukaan masjid secara berkala. "Pengelola masjid dapat mematuhi langkah-langkah pencegahan penyebaran virus corona," demikian seperti dilansir dari publikasi Al Arabiya, Jumat (29/5/2020).

Pelaksanaan salat Jumat di masjid Bahrain telah ditunda sejak Maret 2020. Penundaan tersebut dilakukan sebagai upaya mengendalikan penyebaran virus. Sebagaimana negara-negara teluk lainnya, Bahrain juga mengintruksikan agar umat muslim dapat melaksanakan salat tarawih selama bulan Ramadan di rumah dan salat Idul Fitri di rumah. 

Kementerian Kesehatan melaporkan, sebanyak 285 kasus baru virus corona. Sehingga total kasus terinfeksi COVID-19 di Bahrain menjadi 9.977 kasus.

 

Baca juga:

2 bulan Setelah Ditutup, Masjid Al-Aqsa Akhirnya Dibuka Kembali

 

Sebagian besar kasus baru ini adalah dari kelompok pekerja asing yakni 208 orang. Sementara 77 lainnya adalah orang-orang yang berhubungan dengan individu yang sebelumnya terinfeksi.

Bahrain juga melaporkan pemulihan pasien sebanyak 143 orang, meningkatkan jumlah total pemulihan hingga 5.295. Korban meninggal akibat virus mencapai 15 orang.

Bahrain telah mengizinkan tempat cukur rambut dan salon wanita dibuka kembali pada Rabu (28/5/2020). Departemen Kesehatan juga menyatakan telah memeriksa ribuan fasilitas untuk memastikan kepatuhan mereka dengan tindakan pencegahan virus.

Bioskop, layanan medis yang tidak terkait COVID-19, serta tempat-tempat untuk latihan olahraga profesional juga telah dibuka. Kemudian semua pusat kebugaran komersial, studio kebugaran, kolam renang, dan pusat rekreasi masih tetap ditutup. 

Sedangkan restoran, fasilitas wisata, dan kafe masih dibatasi hanya untuk pengiriman dan dibawa pulang. Kafe-kafe Shisha (hookah), aula publik, dan pusat acara masih tetap tutup. (hmz/alArabiya)

 

Baca juga:

Kematian Tembus 100.000 Jiwa, Azan Berkumandang di Amerika


Back to Top