Pemkot Bekasi: Pelaksanaan Salat Id Harus Kantongi Izin MUI dan DMI

gomuslim.co.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Kota Bekasi meminta pelaksanaan salat Idul Fitri harus mengantongi izin dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Bekasi, Dewan Masjid Indonesia (DMI) dan Kecamatan setempat. 

Kepala Sub Bagian Humas Setda Kota Bekasi, Indah Indri Hapsarai mengatakan, hal itu agar tidak terjadi penyebaran virus corona. Menurutnya, perlu ada panduan pelaksanaan Salat Idul Fitri dalam kondisi darurat penyebaran COVID-19. Untuk itu, unsur Muspida, MUI dan DMI mengeluarkan keputusan bersama tersebut.

“Kita berharap warga masyarakat perlu menaati kebijakan ini setelah keluarnya Keputusan Bersama tentang penyelenggaraan Salat Idul Fitri 1441 Hijriyah saat pandemi COVID-19 di Kota Bekasi dengan Nomor Keputusan: 451.1/Kep.316-Kessos/V/2020 Nomor: B/200/V/2020 tanggal 20 Mei 2020,” kata Indah dalam keterangannya melalui telepon seluler, Sabtu (23/5/2020).

Pada poin pertama keputusan bersama ini dijelaskan bahwa salat Idul Fitri144 dapat dilaksanakan dengan ketentuan protokol kesehatan yang ketat. Kedua, salat Idul Fitri 1441 H hanya dapat dilaksanakan di Masjid/Musala di lingkungan RT/RW dengan mendapatkan izin dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan, Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kecamatan dan Muspika.

 

Baca juga:

Forum Umat Islam Bersama Gubernur Sulut Imbau Masyarakat Salat Id di Rumah

 

“Kesepakatan di tingkat kecamatan dibuat dalam format berita acara kesepakatan bersama izin pelaksanaan salat Idul Fitri saat pandemi COVID-19,” ucapnya.

Ketiga, lanjut Indah, jamaah yang akan melaksanakan salat Idul Fitri adalah warga yang memiliki KTP di lingkungan RT/RW tersebut dengan diseleksi oleh Panitia Salat Idul Fitri 1441 H yang dibentuk oleh DKM setempat. Keempat, Camat harus membentuk pengawas salat Idul Fitri yang terdiri dari unsur Kapolsek, Danramil, MUI Kecamatan, DMI Kecamatan, dan Kelurahan.

“Kelima, bagi kelurahan yang masih berada pada posisi zona merah, salat Idul Fitri ditiadakan dan dilaksanakan di rumah masing-masing,” ujarnya.

Keenam, setelah salat Idul Fitri kepada para ulama/tokoh masyarakat dan warga masyarakat dilarang melakukan kegiatan Halal Bihalal karena kondisi daerah yang belum dinyatakan aman, dan masih terdapat 19 Kelurahan yang masih berada pada posisi zona merah. Ketujuh, Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) tidak mendatangkan imam, Khotib dan jamaah dari luar lingkungan RT/RW setempat.

“Kemudian, dalam berita acara kesepakatan dibuat di masing-masing RT yang melaksanakan salat Idul Fitri,” tuturnya.

Beberapa poin yang harus disepakati bersama hingga untuk mendapatkan izin melaksanakan salat Idul Fitri ditingkat RT sebagai berikut:

1. Salat Idul Fitri dapat dilaksanakan dengan ketentuan protokol kesehatan yang ketat.

2. Salat Idul Fitri 1441 H hanya dapat dilaksanakan di Masjid/Musholla di lingkungan RT/RW setempat.

3. Jamaah yang akan melaksanakan salat Idul Fitri 1441 H adalah warga yang memiliki KTP di lingkungan RT/RW tersebut dengan seleksi oleh Panitia salat Idul Fitri 1441 H yang dibentuk oleh DKM setempat.

4. Setelah salat Idul Fitri kepada para Ulama/Tokmas dan warga masyarakat dilarang melakukan kegiatan Halal Bihalal karena kondisi daerah yang belum dinyatakan aman secara keseluruhan.

5. Dewan Kemakmuran Masjid tidak boleh mendatangkan Imam, Khotib, dan jamaah dari luar lingkungan RT/RW setempat.

Lebih lanjut, Indah menjelaskan sebanyak 41 wilayah kelurahan masuk zona hijau dan diperbolehkan melaksanakan salat Idul Fitri sesuai dengan ketentuan dalam kesepakatan bersama tersebut. 41 kelurahan ini yakni:

  1. Kecamatan Bekasi Utara, 4 kelurahan: Kelurahan Teluk Pucung, Harapan Jaya dan Marga Mulya, Kelurahan Kali Abang.
  2. Kecamatan Bekasi Barat, 2 Kelurahan: kelurahan Kota Baru, Keluhan Bintara.
  3. Kecamatan Bekasi Timur, 3 Kelurahan : Kelurahan Margahayu, Bekasi Jaya dan Aren Jaya.
  4. Kecamatan Bekasi Selatan, 5 Kelurahan: Kelurahan Pekayon Jaya, Kayuringin Jaya, Jakasetia, dan Jaka Mulya, Kelurahan Margajaya.
  5. Kecamatan Mustika Jaya 2 kelurahan : Kelurahan Cimuning, Kelurahan Pedurenan.
  6. Kecamatan Medan Satria, 3 kelurahan: kelurahan Medan Satria, Kali Baru dan Harapan Mulya.
  7. Kecamatan Jatisampurna, 4 Kelurahan: kelurahan Jati Karya, Jati Raden, Jati Rangga, dan Jatisampurna.
  8. Kecamatan Rawalumbu, 3 Kelurahan: kelurahan Bojong Menteng, Pengasinan, dan Sepanjang Jaya.
  9. Kecamatan Pondok Gede, 4 kelurahan : kelurahan Jatiwaringin, Jati Cempaka, Jati Bening, dan Jati Bening Baru.
  10. Kecamatan Bantar Gebang, 3 kelurahan: Kelurahan Ciketing Udik, Cikiwul, dan Sumur Batu.
  11. Kecamatan Jatiasih, dua kelurahan: kelurahan Jati Mekar, Jati Rasa, Jati Kramat, Jati Sari.
  12. Kecamatan Pondok Melati, 4 kelurahan: kelurahan Jati Warna, Jati Rahayu, Jati Murni, dan Jati Melati.

“Di 12 Kecamatan ada 41 Kelurahan yang zona hijau dari total 56 kelurahan. Di luar itu tidak diperbolehkan menggelar shalat Idul Fitri di masjid maupun di lapangan,” pungkasnya. (hmz/foto:ayobekasi)

 

Baca juga:

Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh Akan Gelar Salat Idul Fitri Berjamaah


Back to Top