Sebagian Masjid di Kanada Kembali Buka setelah Lockdown

gomuslim.co.id - Asosiasi Muslim Kanada (MAC) kembali membuka sebagian masjid dan pusat Islam di provinsi Alberta dan British Columbia. Pembukaan dilakukan setelah pemerintah provinsi mengeluarkan kebijakan pelonggaran pembatasan pertemuan saat pandemi COVID -19.  

Dalam siaran persnya, MAC menyatakan pembukaan rumah ibadah dibatasi untuk 50 jamaah atau kurang sesuai dengan arahan Kementerian Kesehatan Alberta. "Kami juga melanjutkan salat Jumat pada 15 Mei 2020 lalu, sesuai dengan protokol keselamatan," demikian seperti dilansir dari publikasi About Islam, Jumat (22/5/2020).

Organisasi nasional itu menyebutkan bahwa keselamatan di masjid dan pusat Islam adalah prioritas utama. Karena itu, MAC sangat berhati-hati dalam melembagakan pedoman keselamatan di pusat-pusat Islam.

Misalnya pra-registrasi atau dengan menghitung jumlah yang sempoyongan, menyaring individu yang sakit atau berisiko, menjaga jarak saat salat jamaah, serta menjaga rutinitas pembersihan yang agresif dan konsisten terutama dari area dengan sentuhan tinggi.

 

Baca juga:

Karena Pandemi COVID-19, Masjid Istiqlal Tiadakan Takbiran dan Salat Id 

 

Muslim Kanada, seperti halnya semua Muslim di seluruh dunia, sedang bergulat dengan perubahan dahsyat pada pribadi serta kehidupan keagamaan mereka akibat pandemi COVID-19.

Masjid-masjid, pusat-pusat Islam dan sekolah-sekolah agama telah ditutup sejak pertengahan Maret. Semua layanan komunal telah ditangguhkan. Ini menjadi periode yang sangat sulit bagi masyarakat muslim selama ibadah di bulan suci Ramadan.

Sementara itu, di British Columbia, MAC Vancouver Centre juga telah membuka sebagian pintunya bagi kurang dari 50 jamaah. Masjid akan dibuka untuk layanan salat Jumat, salat Isya dan salat Tarawih di bulan Ramadan.

“Awalnya orang akan diterima berdasarkan siapa datang pertama kali. Nanti kita bisa menerapkan sistem pemesanan," tulis organisasi itu dalam siaran pers yang menguraikan prosedur.

MAC juga mengimbau untuk menjaga jarak sosial sejauh 2 meter (6 kaki) dari satu sama lain ke segala arah setiap saat. “Layanan terbatas hanya untuk salat Jumat, Isya dan Tarawih. Kehadiran juga terbatas untuk pria dan wanita dewasa sehat berusia 15 hingga 60 tahun. Tidak ada anak atau remaja di bawah 15 tahun atau manula di atas 60 tahun yang akan diizinkan masuk," tulisnya lagi. (jms/aboutislam)

 

Baca juga:

Palestina Umumkan Larangan Segala Bentuk Aktivitas Sosial di Hari Raya Idul Fitri


Back to Top