Peduli Disabilitas, Satgas COVID-19 NU NTB Kirim Bantuan Paket Sembako

gomuslim.co.id – Satgas NU Peduli COVID-19 NU Nusa Tenggara Barat (NTB) menggandeng pemerintah Desa Gelanggang, Kecamatan Sakra Timur, Kabupaten Lombok Timur memberikan bantuan paket sembako kepada penyandang disabilitas.

Salah seorang anggota Satgas COVID-19 NU NTB, Selamat Subroto menjelaskan, pada saat kondisi pandemi seperti sekarang ini, penyandang disabilitas merupakan kelompok masyarakat yang juga sangat terdampak baik secara sosial, kesehatan, apalagi ekonomi.

Karena itu, Satgas NU Peduli fokus memberikan dukungan kepada kelompok rentan yang terdampak pandemi COVID-19 seperti penyandang disabilitas.

“Satgas NU memberikan perhatian terhadap kelompok ini, karena tingkat kerentanan mereka. Berdasarkan informasi relawan di lapangan, banyak penyandang disabilitas yang tidak mendapatkan bantuan jaring pengaman sosial,'' ujar Sekretaris Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBINU) Provinsi NTB ini.

Menurutnya, hal itulah yang mendorong Satgas NU memberikan prioritas untuk diintervensi dan mengajak semua pihak bekerja sama serta bergotong-royong mengurangi dampak sosial dan ekonomi yang ditimbulkan COVID-19 terhadap penyandang disabilitas.

 

Baca juga:

PWNU Jatim Keluarkan Surat Imbauan Pelaksanaan Salat Idul Fitri Berjamaah

 

Sementara itu, Kepala Desa Gelanggang, Sugianto menyampaikan terima kasih kepada Satgas NU yang telah membantu warganya. Penyandang disabilitas, kata dia, sering tidak diperhatikan keberadaannya. Peran dan suara mereka sering diabaikan dalam perencanaan pembangunan. Lebih-lebih sebagai penerima manfaat pembangunan.

“Apa yang dilakukan oleh Satgas NU sudah tepat. Ini harus kita contoh sehingga tidak ada lagi warga yang mengeluhkan tidak mendapatkan perhatian dari pemerintah desa,” paparnya.

Ia berharap, ke depan, pihaknya akan terus tercipta sinergi untuk memberdayakan warga desa yang memiliki keterbatasan. Apapun kondisi yang dialami oleh penyandang disabilitas tidak boleh dipandang sebelah mata. “Mereka adalah saudara kita, punya hak dan kewajiban yang sama. Jadi, mereka harus diperhatikan,” pungkasnya. (mga/NUOnline)

 

Baca juga:

Peneliti NU Klaim Jamu AVC Berhasil Sembuhkan Tiga Pasien COVID-19


Back to Top