Petugas Ambulans Muslim dan Yahudi Ibadah Berdampingan di Tengah Pandemi Corona

gomuslim.co.id – Masyarakat dunia saat ini sedang berjuang melawan wabah virus corona (COVID-19). Namun, di balik hiruk pikuk pandemi corona, selalu ada cerita menarik untuk dibagikan. Salah satunya dari sepasang kru ambulans Muslim dan Yahudi di Israel. 

Setiap harinya, ambulans di Negara ini bergerak merespon 6.000 panggilan. Sejak krisis virus corona dimulai, rata-rata panggilan teleponnya mencapai 100.000 per hari. Karena itu, sulit bagi petugas memiliki waktu banyak untuk beribadah.

Namun baru-baru ini, ada dua kru ambulance dari Muslim dan Yahudi yang melaksanakan ibadahnya secara bersamaan dan berdampingan di titik lokasi dimana mereka berhenti dan masuk pada waktu ibadahnya.

Dilansir dari publikasi New York Times, Jumat (27/3/2020), di kota selatan Beersheba, sepasang teknisi medis darurat 40 menit lagi masuk giliran kerja shift mereka pada Selasa sore ketika keadaan tiba-tiba menjadi hening. Keduanya keluar dari ambulans untuk berdoa.

Avraham Mintz, 43 tahun, seorang Yahudi dari Beersheba, membalut dirinya dengan selendang ibadah dan berbelok ke utara mengarah Yerusalem. Sementara Zoher Abu Jama, 39 tahun, seorang Arab Muslim dari Rahat, membuka sajadah dan berlutut menghadap ke selatan menuju Makkah, tepat di samping rekan kerjanya. Abu Jama salat di samping Abraham Mintz.

 

Baca juga:

Masjid Preston Inggris Kirim Bantuan Logistik untuk Staf Medis

 

Tiba-tiba, seorang rekan kerja lain mengambil foto keduanya saat beribadah dan mengunggah gambarnya ke media sosial. Sontak banyak yang terkejut dengan foto tersebut. Tetapi kedua pria itu mengatakan bahwa ibadah mereka yang dilakukan bersama-sama bukanlah hal yang baru.

"Kami mencoba berdoa bersama, alih-alih masing-masing dari kami meluangkan waktu untuk dirinya sendiri, karena kami memiliki banyak situasi yang sedang kami hadapi sekarang," kata Mintz. Lima orang telah meninggal karena virus Corona di Israel sejauh ini dan satu di Tepi Barat.

"Seluruh dunia berjuang melawan ini," tambah Abu Jama. "Ini adalah penyakit yang tidak memberi tahu perbedaan antara siapa pun, agama apa pun, jenis kelamin apa pun. Tapi Anda kesampingkan itu. Kami bekerja bersama, kami hidup bersama. Inilah hidup kita."

Abu Jama mengatakan dia memikirkan ibunya yang sudah lanjut usia saat dia salat. Dia lemah, dan dia menjaga jarak darinya meskipun mereka hidup di bawah satu atap, kata Abu Jama. Sementara Mintz berkata bahwa dia telah meminta kepada Tuhan untuk membiarkan dirinya melihat akhir, akhir yang baik. "Karena saya tahu itu akhir yang baik. Dan saya berharap ada di sana," kata Mintz.

The Algemeiner, surat kabar bermarkas di New York yang meliput berita internasional terkait Israel dan Yahudi, juga mengulas foto viral keduanya. "Gambar itu juga dibagikan oleh Nir Dvori, seorang jurnalis televisi Israel dari Channel 2," lapor The Algemeiner. (hmz/newyorktimes/dbs)

 

Baca juga:

Dua Penceramah Positif Corona, Kementerian Awqaf Palestina Tutup Masjid-Masjid di Jalur Gaza


Back to Top