Rutin Setiap Pekan, SDN Jatikramat III Kota Bekasi Terapkan Program Baca Surat Yasin di Sekolah

gomuslim.co.id – Guna meningkatkan nilai agama, Sekolah Dasar Negeri (SDN) Jatikramat III, Kecamatan Jatiasih, Kota Bekasi menerapkan program membaca Surat Yasin berjamaah bagi seluruh siswa dan guru di lingkungan sekolah. Pihak sekolah meyakini dengan penerapan program tersebut, akhlak dan karakter siswa akan menjadi lebih baik lewat penanaman ilmu agama.

Kepala SDN Jatikramat III Kota Bekasi, Agam baharudin menjelaskan bahwa penerapan program ini nantinya akan meningkatkan nilai keagamaan bagi seluruh siswanya. Selain itu, dengan memanfaatkan waktu yang ada, program tersebut hingga kini dapat berjalan. Bahkan, mendapatkan respon yang positif bagi sejumlah orang tua siswa dan juga guru di lingkungan sekolah.

“Alhamdulillah banyak sekali nilai positif yang bisa kita ambil dari program ini, karena penanaman nilai moral juga termasuk kedalam ilmu-ilmu agama,” ujar Agam.

Selain menerapkan program membaca surat Yasin, sekolah ini juga menerapkan program tausiah yang diisi langsung oleh sejumlah siswanya secara bergantian. Pelaksanaan membaca surat Yasin dan tausiyah tersebut didampingi langsung oleh guru mata pelajaran agama dan juga diikuti oleh seluruh guru di lingkungan sekolah.

“Program ini didampingi langsung oleh kedua guru mata pelajaran agama yang kita miliki. Kebetulan guru agama kita itu adalah salah satu tokoh agama di lingkungan sekitar sekolah, jadi sangat membantu sekali agar program ini berjalan,” ungkapnya.

 

Baca juga:

Didik Siswa Peduli Lingkungan, MI NU Karanganyar Gelar Sedekah Tanaman

 

Sejak penerapan program membaca Yasin bersama dimulai, pimpinan sekolah mengaku sempat mengalami kejadian unik. Masyarakat yang berada di dekat sekolah berbondong-bondong menaruh air ketika pada siswa dan guru tengah membaca surat Yasin.

“Jadi, beberapa warga datang ke sekolah untuk menitipkan satu botol air atau satu gelas air untuk ditaruh dan kita bacakan Yasin bersama. Sebenarnya tidak ada masalah karena kita berfikir positif aja ada nilai kebaikan di dalamnya. Tapi seiring berjalannya waktu, sudah tidak ada lagi warga yang melakukan hal tersebut,” paparnya.

Penerapan program ini, kata Agam, sudah berjalan selama kurang lebih 4 tahun di lingkungan sekolah. Program ini rutin dilaksanakan setiap hari Jumat selama 30 menit sebelum kegiatan belajaran mengajar (KBM) dimulai.

“Program ini rutin setiap minggu kita laksanakan sebelum KBM. Sampai sekarang antusias siswa dan juga guru juga sangat baik dalam melaksanakan program tersebut,” imbuhnya.

Banyaknya dampak positif yang terlihat oleh siswa, pihak sekolah pun berharap program tersebut terus berlanjut setiap minggunya. “Banyak sekali dampak positif yang sudah terlihat oleh siswa. Salah satunya, siswa lebih fokus ketika melaksanakan KBM didalam kelas dan lebih mudah untuk diatur. Jadi kita harapkan program ini bisa terus berlangsung di lingkungan sekolah,” pungkasnya. (mga/RadarBekasi)

 

Baca juga:

Inovasi Plastik Ramah Lingkungan, MAN 1 Kudus Sabet Medali Emas di Ajang Malaysia Technology Expo


Back to Top