Alhamdulillah, Muslim Mimika Papua Akhirnya Miliki Masjid Setelah Penantian 3 Tahun 

gomuslim.co.id Warga muslim di Pondok Amor Indah (PAI), Mimika-Papua, akhirnya memiliki masjid setelah tiga tahun menanti. Peresmian Masjid Al Mujahidin ini bersamaan dengan pelantikan pengurus Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Al Mujahidin periode 2020-2023, Ahad (8/3/20).

Staf Ahli Bupati, Andi Ramli yang mewakili pemerintah daerah meresmikan Masjid Al Mujahidin ditandai dengan pemukulan tifa. Sementara untuk pelantikan pengurus DKM Al Mujahidin dilakukakan langsung oleh Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Mimika, Abdul Mutholib Elwahan. Acara dilanjutkan dengan peringatan Isra' dan Mi'raj 1441 H dengan menghadirkan penceramah Habib Hilmi Alkaf.

 

Baca juga:

Tak Digaji, Aminatus Sadiyah Ikhlas Ajarkan Warga Pedalaman Papua Mengaji

 

Ketua DKM Al Mujahidin, Muhammad Supiyan mengatakan, perjuangan mendirikan Masjid Al Mujahidin ini kurang lebih tiga tahun. Rencana pembangunan masjid berawal sejak 21 Mei 2017 lalu. Saat itu, muslim di PAI menyewa rumah warga untuk dijadikan tempat salat tarawih.

Dari awal pelaksanaan itu, kurang lebih ada 200 an umat muslim di PAI bersepakat untuk membangun masjid, yang dijadikan tempat beribadah dan bersosialisasi. "Dari niat tulus tersebut, kami kumpulkan biaya. Serta didukung oleh para donatur, untuk pengadaan lahan dan pembangunan masjid. Alhamdulillah, masjid sudah ada dan pengurus pun telah dilantik," katanya. 

Kata dia, dengan berdirinya masjid ini, tentunya amanah yang diemban pengurus sangat besar. Khususnya dalam hal bagaimana meramaikannya dan bisa menjadi tempat pemersatu umat beragama.

"Dengan berdirinya masjid ini, maka kami akan berupaya memakmurkan masjid. Dengan menebarkan rasa kasih sayang dan toleransi dalam menjunjung tinggi kerukunan umat beragama di Mimika," tuturnya.

Hal senada disampaikan, Ketua Ikatan Keluarga Muslim Pondok Amor Indah (IKM PAI), Jumadi Tasdir yang mengatakan terbangunnya masjid di Pondok Amor Indah, merupakan hadiah dari Allah SWT dan tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata. Karena, kurang lebih tiga tahun, yang diawali dengan sewa rumah warga untuk solat tarawih. 

Namun yang paling istimewa dalam perjuangan ini adalah, pihaknya diberikan sewa rumah untuk beribadah dari orang yang non muslim. Dan ini menunjukkan, tingkat toleransi di Mimika, khususnya di PAI sangat terjaga. "Dari perjuangan itu, kami berhasil mendirikan masjid di atas lahan kurang lebih satu hektar," ujarnya.

 

Baca juga:

Pesantren Mualaf Rambah Pegunungan Jayawijaya Papua

 

Selain itu, pihaknya juga berkoordinasi dengan DMI dan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Mimika, untuk rencana pembangunan masjid ini. Dan alhamdulilah hari ini kita resmikan, dan selanjutnya akan meramaikannya. "Apa yang terjadi hari ini adalah kehendak Allah SWT. Manusia boleh merecanakan, tapi Tuhan memiliki rencana lain," tuturnya. (Mr/seputarpapua)


Back to Top