PCNU Pringsewu Bimbing Penjual Pecel Berusia 63 Tahun Jadi Mualaf

gomuslim.co.id – Mbah Raminah, seorang lansia berusia 63 tahun mendapat hidayah dari Allah SWT. Wanita yang berprofesi sebagai penjual pecel di Desa Patoman Kecamatan Pagelaran, Pringsewu, Lampung ini akhinya memutuskan untuk memeluk Islam dan menjadi mualaf.

Ia mengikrarkan dua kalimat syahadat yang dibimbing langsung oleh Mustasyar PCNU Pringsewu, KH Sujadi dan didampingi oleh putranya di Gedung Nahdlatul Ulama (NU) Pringsewu, Ahad (8/3/2020). Setelah mengucapkan ikrar dan resmi memeluk Islam, Mbah Raminah menambahkan namanya menjadi Siti Raminah.

Kiai Sujadi yang juga merupakan Bupati Pringsewu berharap Mbah Raminah bisa menjadi muslimat yang kuat memegang prinsip dan menjalankan segala perintah agama Islam.

Ia menjelaskan ayat 137 Alquran Surat an-Nisa yang artinya: "Sesungguhnya orang-orang yang beriman kemudian kafir, kemudian beriman (pula), kamudian kafir lagi, kemudian bertambah kekafirannya, maka sekali-kali Allah tidak akan memberi ampunan kepada mereka, dan tidak (pula) menunjuki mereka kepada jalan yang lurus,” ujarnya.

 

Baca juga:

Gadis Cantik Asal Thailand Ini Ikrarkan Syahadat di Aceh

 

Menurutnya, ayat tersebut menjadi peringatan bagi siapa saja agar tidak mudah terombang-ambing dan tidak dengan gampangnya berpindah-pindah keyakinan. "Ayat ini menegaskan dan mengingatkan kita semua agar tidak mencla-mencle dalam beragama," tegasnya usai membimbing Mbah Raminah yang bersamaan dengan kegiatan Ngaji Ahad Pagi (Jihad Pagi) di Gedung NU Pringsewu tersebut.

Selanjutnya Kiai Sujadi menjelaskan, bagi siapa saja yang masuk dalam keimanan, kemudian kembali pada kekafiran, lalu kembali lagi pada keimanan, dan menuju kekafiran kembali, lantas tetap hati di atas kekafiran maka Allah tidak akan mengampuninya. "Allah tidak menunjukan orang ini jalan hidayah. Jadi beragama tidak hanya di mulut saja. Harus murni dari dalam hati," pesannya.

Ia juga mengingatkan bahwa dalam beragama tidak boleh ada pemaksaan. Sehingga ia pun mengingatkan Mbah Raminah agar benar-benar tulus ikhlas masuk Islam dari lubuk hati yang paling dalam sekaligus tidak mudah terombang-ambing. Dalam beragama pun, menurut Kiai Sujadi, tidak terkait dengan faktor keturunan. Hal ini terlihat dari putra putri Mbah Raminah yang sudah masuk Islam terlebih dahulu.  

Seusai acara ikrar syahadat yang berjalan dengan khidmat, Mbah Raminah pun langsung mendapatkan zakat sebagai mualaf dari Lembaga Amil Zakat Infak Sedekah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) Kabupaten Pringsewu. Zakat sebesar satu juta Rupiah ini diserahkan langsung oleh Direktur Eksekutif LAZISNU Pringsewu M Kabul Muliarto. Selain itu, Mbah Raminah juga mendapatkan zakat dari BAZNAS Pringsewu. (mga/NUOnline)

 

Baca juga:

Syahadat di Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya, Ini Motivasi Tiga Pemuda Jatim Masuk Islam


Back to Top