Masya Allah, Pemuda Indonesia Ini Jadi Imam di Masjid Amerika

gomuslim.co.id - Sejumlah Masjid di Amerika Serikat (AS) mulai memberikan ruang kepada anak-anak muda untuk tampil menjadi imam. Kebijakan ini dilakukan sebagai bagian dari program regenerasi imam dan mendapatkan imam dari komunitas setempat. Tujuannya agar masjid tidak lagi harus mendatangkan imam dari luar AS.

Seorang pemuda asal Indonesia bernama Ifdal Yusuf (24) diboyong orang tuanya tinggal di Dallas Amerika sejak usia dua tahun. Saat berusia 12 tahun, ia sudah hafal Alquran. Selama sembilan tahun terakhir, ia sudah menjadi imam Masjid-Masjid di Amerika.

Ifdal mendapat amanah sebagai Imam Masjid Charlote, Nort Carolina. Dalam beberapa kesempatan, Ifdal juga diberi kesempatan untuk menjadi imam di masjid-masjid sekitar North Carolina.

 

Baca juga:

Ini Kota Pertama di AS Berpenduduk Mayoritas Muslim

 

Jumlah Muslim di Amerika sendiri terus bertambah setiap tahun. Bahkan, rata-rata pertambahan Muslim di Negeri Paman Sam mencapai 100 ribu orang per tahun. “Islam di Amerika sudah mulai kuat. Ada banyak Imam dan Syaikh di sini yang membantu para jamaah Muslim di Amerika belajar tentang Islam,” katanya.

Ifdal sendiri belajar menghafal Alquran di usianya yang masih dini. Diakuinya, belajar menghafal Alquran tidak mudah. Bahkan, Ifdal sempat ingin menyerah di tengah jalan. “Tahun pertama itu susah. Kan dari sekolah umum masuk sekolah hafalan Alquran. Fokusnya susah, bosan. Dalam sehari, delapan jam (belajar) Alquran. Pulang, Alquran lagi,” papar Ifdal.

Selepas SMA, Ifdal belajar Bahasa Arab, Fiqh, dan Tafsir di Bayyinah Institute yang berada di Dallas, Texas. Ilmu yang didapat Ifdal memperkuat niatnya untuk terus mempelajari Alquran, sementara undangan menjadi imam terus mengalir.

Di sela rutinitas menjadi imam, mengajar mengaji dan menjaga hafalan Alquran, Ifdal juga sedang kuliah ilmu psikologi klinis di University of Texas at Arlington. Setelah lulus, ia bertekad melanjutkan pendidikan di Makkah atau Madinah.

Pada usianya yang ke-24 tahun, Ifdal mengakhiri masa lajangnya dengan mempersunting gadis pujaannya yakni putri dari seorang ayah Kebumen, Jawa Tengah dan ibunya Sumatra Barat, yang lahir di Houston, Texas. Akad pernikahan pun berlangsung di Dallas pada Ahad, tanggal 1 Maret 2020 lalu.

Hadir dalam acara itu sekaligus menyampaikan nasihat pernikahan, Ustaz Syamsi Ali, ulama muda asal Indonesia yang sudah malang melintang di Negeri Paman Sam. Ulama ini terbilang sukses memperkenalkan Islam rahmatan lil alamin kepada segenap warga dan pemangku kebijakan di AS.

 

Baca juga:

Komunitas Warga Muslim Latin Tumbuh Subur di Dallas AS

 

Untuk diketahui, berdasarkan sensus Amerika Serikat tahun 2010, kota Dallas memiliki populasi sebanyak 1,3 juta jiwa. Kota ini menjadi salah satu kota besar di AS, terutama di Negara bagian Texas. Dallas menjadi kota terpadat di metroplex Dallas-Fort Worth, wilayah metropolitan keempat di AS. Populasi penduduk di kota ini menempati urutan kesembilan di AS dan yang ketiga di Texas setelah Houston dan San Antonio.

Kaum Muslim di AS sendiri terdiri atas imigran keturunan Afrika (Afro-Amerika), penduduk Eropa yang masuk Islam, dan para pendatang sementara (mahasiswa, diplomat, dan lainnya). Komposisi asal-usul mereka adalah Afrika (42 persen) Asia Selatan (India, Pakistan, Bangladesh (24,4 persen), Turki (2,4 persen) Asia Tenggara (2 persen), kulit putih Amerika (1,6 persen) dan lain-lain (6,4 persen) termasuk sekitar 5000 muslim keturunan Spanyol (Hispanik).

Sebagian besar mereka, sekitar 70 persen, tinggal di sepuluh negara bagian, yaitu California, New York, Illions, New Jersey, Indiana, Michigan, Virginia, Texas, Ohio, dan Maryland. Para imigran muslim datang ke Amerika Serikat dengan alasan-alasan yang beragam.

Setelah tragedi 9/11, era pertumbuhan Islam disebut paling cepat yang tidak pernah ada sebelumnya dalam sejarah Amerika. Hingga kini, jumlah umat muslim di Amerika diperkirakan mencapai 8 juta orang lebih dan 20 ribu orang Amerika masuk Islam setiap tahun.

 

Baca juga:

Pew Research: Seperlima Warga Kulit Hitam Amerika Serikat Beragama Islam

 

Perkembangan Islam di AS diimbangi dengan semakin bertambahnya tempat ibadah. Saat ini, masjid semakin banyak dijumpai. Jumlah Masjid di Amerika Serikat naik 74 persen dari 1.209 buah pada tahun 2000 menjadi 2.106 tahun 2010. Kebanyakan masjid terletak di beberapa kota seperti New York, yang memiliki 257 masjid (sebelum tragedy 9/11 hanya 25 buah), California (246), Texas (166) dan Florida (118).

Menurut catatan resmi, masjid pertama dan salah satu yang terbesar di Amerika Serikat adalah Masjid Islamic Center Washington DC. Masjid ini terletak di kompleks Islamic Center, Massachusetts Avenue, Washington DC. Pembangunan masjid ini dimulai pada 1949 dan diresmikan pada 1957. Masjid ini sebagai wujud persatuan kaum muslim di Amerika. (Mr/mina)


Back to Top