Akui Kesalahan, Mahasiswi Malaysia Ini Kena Denda 4.000 Ringgit Karena Postingan tentang Nabi Muhammad

gomuslim.co.id - Pengadilan Malaysia memvonis denda RM 4.000 kepada seorang mahasiswa karena menghina Nabi Muhammad melalui akun Facebook-nya, Jumat (6/3/2020). Denda tersebut sebagai pengganti hukuman tiga bulan penjara yang diputuskan Pengadilan.  

Dilansir dari publikasi Bernama, Sabtu (7/3/2020), hakim M. M. Edwin Paramjothy menjatuhkan hukuman pada Ain Zafira Md Said (28). Hakim mengabulkan permohonannya setelah dia mengakui kesalahannya.

 

Baca juga:

Museum Sejarah Nabi Muhammad di Ancol Akan Jadi yang Terbesar

 

Mahasiswa tersebut dituduh menggunakan akun Facebook atas nama 'Ain Zafira Md Said' untuk mengunggah postingan ofensif dengan maksud menimbulkan kegaduhan kepada orang lain pada 5 September 2019 lalu. Postingan tersebut kemudian dibaca oleh Divisi Cyber Crime dan Multimedia, Departemen Penyelidikan, Departemen Kejahatan Komersial yang bermarkas di Bukit Aman lantai 27, Menara KPJ pada 8 September 2019.

 

Baca juga:

Ketika Anak Bertanya tentang Alquran, Begini Cara Orang Tua Menjawabnya dengan Keimanan

 

Ain Zafira didakwa berdasarkan Pasal 233 (1) (a) Undang-Undang Komunikasi dan Multimedia 1998, yang memberikan hukuman penjara hingga satu tahun atau denda hingga RM 50.000 atau keduanya jika terbukti bersalah.

Sebelumnya, pengacara Ain Zafira, Nor Azri Mohd Arif memohon pengadilan untuk memberikan hukuman minimum dengan alasan bahwa kliennya telah menyesali tindakannya.

“Klien saya adalah anak kedua dari dua bersaudara, masih seorang siswa yang dirawat oleh ibunya, yang merupakan orang tua tunggal. Dia menyesal atas apa yang dia lakukan dan meminta maaf kepada semua orang yang terpengaruh oleh postingan, yang telah dihapus," kata Noor Azri kepada pengadilan.

Namun, Wakil Jaksa Penuntut Umum, Annur Atiqah Abd Hadi mendesak pengadilan untuk menjatuhkan hukuman sebagai efek jera dan untuk mencegah hal serupa terulang kembali. Annur Atiqah mengatakan bahwa tindakan mahasiswa tersebut telah membuat umat Islam di Negara itu marah.

Dia mengatakan hukuman penangkal akan menjadi pelajaran bagi semua orang Malaysia agar lebih sensitif dan berhati-hati sebelum berbagi pandangan mereka di media sosial. (Mr/bernama)


Back to Top