Menteri Agama Sampaikan Komitmen Pemberantasan Korupsi

gomuslim.co.id - Menteri Agama Fachrul Razi menyatakan akan all out membersihkan kementerian yang dipimpinnya dari praktek-praktek curang yang merugikan keuangan negara. Hal tersebut disampaikannya dalam silaturrahmi dengan wartawan, di press room, lantai 2 Gedung Kemenag Lapangan Banteng, Selasa (18/2/2020)

Ia menuturkan, pemberantasan korupsi menjadi progress utama Menag asal Aceh ini sejak ia dilantik. Diketahui, sebelumnya ada 2 orang mantan Menag yang berurusan dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan dinyatakan bersalah.

“Bahkan tanggal 24 Januari lalu ada 6 perusahaan pemenang tender yang nilai kontraknya sekitar 3,3 triliun saya panggil ke sini (kantor kemenag-red). Saya bilang ke pada mereka, Anda menang bukan karena ada uang pelican. Bukan karena rekomendasi dari saya. Juga bukan karena kongkalingkong dengan panitia lelang. Anda menang tender karena perusahaan Anda dinilai baik. Jadi bangun sesuai dengan spek yang sudah ditentukan. Dan jangan mencoba memberi suap kepada pejabat Kemenag,” paparnya.

Lebih jauh, Razi mengatakan, paruh kedua tahun 2019, pemberitaan tentang Kementerian Agama diwarnai sejumlah isu korupsi. Selain Operasi Tangkap Tangan (OTT) Kepala Kanwil Kemenag Jatim tersebut, juga penetapan eks pejabat Kementerian Agama pada kasus dugaan korupsi pengadaan pada Madrasah Tsanawiyah (MTs) dan Madrasah Aliyah (MA) tahun 2011. Meski peristiwanya terjadi 2011, penetapan tersangka baru diumumkan pada medio Desember 2019.

 

Baca juga:

Bertemu Menag, Dubes RI untuk UEA Bahas Tindak Lanjut Poin MoU

 

“Peristiwa yang sama tidak boleh terulang dan karenanya saya  minta agar potensi kebocoran anggaran ditutup, dan akses whistle blower dibuka,” tegasnya.

Razi pun akan mentradisikan  pemanggilan  pemenang tender untuk menegaskan pesan anti korupsi. Seperti yang dilakukan tanggal 24 Januari 2020 lalu itu. Pada tender tersebut yang akan dibangun adalah  Proyek Peningkatan Sarana Prasarana 6 Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) melalui Surat Berharga Syariah Negara (SBSN).

Upaya lain yang dilakukan Razi untuk membersihkan kementerian  penjaga hati nurani bangsa itu dari praktek kotor korupsi adalah percepatan penanganan pengaduan masyarakat (dumas). Hingga akhir tahun 2019, teridentifikasi 90 dumas terkait korupsi/pungli, 1 dumas terkait radikalisme, dan 3 dumas terkait netralitas atau ujaran kebencian.

“Itjen Kemenag telah memanggil pimpinan satuan kerja (Kepala dan Kabag Tata Usaha Kanwil Kemenag Provinsi, Kepala Kemenag Kab./Kota serta pejabat lainnya) dalam rangka klarifikasi pengaduan masyarakat di wilayah kerjanya. Bagi mereka yang terbukti, diberikan hukuman disiplin,” pungkasnya. (hmz/kemenag)

 

Baca juga:

Gunakan Skema SBSN, Gedung Asrama Haji Transit Kota Sorong Diresmikan


Back to Top